Peran Kampung Literasi Wijaya Kusuma dalam Mengembangkan Literasi, Seni, dan Pemberdayaan Masyarakat
Sumber: Dokumentasi Tim Liputan
STIA AAN Yogyakarta, 2026.
Yogyakarta, 17 Juni 2026 — Kampung Literasi Wijaya Kusuma yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, menjadi salah satu ruang belajar masyarakat yang berperan dalam mengembangkan literasi, seni, dan pemberdayaan masyarakat. Berawal dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang didirikan pada 2009, lembaga ini berkembang menjadi Kampung Literasi Wijaya Kusuma setelah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2018.
Pengelola Kampung Literasi Wijaya Kusuma, Hastuti, menjelaskan bahwa kampung literasi hadir sebagai wadah pengembangan enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, numerasi, finansial, sains dan teknologi, budaya, serta keluarga. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Salah satu program yang dijalankan adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Wijaya Kusuma yang dapat diikuti secara gratis. Kegiatan ini didukung dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, termasuk penyediaan alat tulis. Selain itu, terdapat Sekolah Keterampilan Wijaya Kusuma yang menjadi sarana pengembangan keterampilan dan literasi finansial masyarakat.
Dalam bidang seni budaya, Kampung Literasi Wijaya Kusuma mengelola Sanggar Wijaya Kusuma yang menyelenggarakan kelas tari dan karawitan. Kelas tari dibagi menjadi kategori anak-anak serta remaja hingga dewasa. Latihan rutin dilaksanakan setiap Sabtu pukul 15.30–17.00 WIB untuk kelas kecil dan Minggu pukul 14.30–16.00 WIB untuk kelas besar.
Pelatih tari, Retno Vitrianingsih, S.Sn., mengungkapkan bahwa tantangan yang sering dihadapi adalah ketidakkonsistenan kehadiran peserta. “Terkadang anak-anak tidak rutin mengikuti latihan. Namun, yang bertahan biasanya memang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan berkembang,” ujarnya. Menurut Retno, tujuan utama pendirian sanggar tari adalah untuk melestarikan budaya daerah atau nguri-uri kabudayan.
Keberadaan sanggar tidak hanya menjadi sarana pembelajaran seni, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk tampil dalam berbagai kegiatan. Hastuti menjelaskan bahwa kemampuan peserta yang semakin berkembang membuat mereka sering mendapat undangan tampil dalam acara tingkat kabupaten. “Karena kemampuan anak-anak sudah bagus, mereka diberi kesempatan tampil di berbagai acara kabupaten. Terakhir, mereka tampil di rumah dinas bupati dan kegiatan di Candi Loka,” ujarnya.
Manfaat tersebut juga dirasakan oleh para orang tua peserta. Ibu Rolis, orang tua peserta kelas besar, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan sanggar tari. “Kami pernah mengisi acara syawalan bersama Sri Sultan. Namun, itu bukan tujuan utama kami. Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih karena bakat dan hobi anak-anak dapat berkembang melalui kegiatan yang positif,” tuturnya.
Terkait pendanaan kegiatan, Ibu Nur Atika, orang tua peserta kelas kecil, menjelaskan bahwa kegiatan pentas yang berasal dari undangan biasanya telah memiliki anggaran dari penyelenggara. Namun, pencairan dana tidak selalu dilakukan sebelum kegiatan berlangsung. Sementara itu, untuk kegiatan mandiri seperti perlombaan, biaya keikutsertaan umumnya diupayakan secara swadaya oleh orang tua. Hal tersebut juga diamini oleh Ibu Ari yang mendampingi peserta kelas kecil dan kelas besar.
Melalui berbagai program yang dijalankan, Kampung Literasi Wijaya Kusuma membuktikan perannya tidak hanya sebagai pusat pengembangan literasi, tetapi juga sebagai wadah pelestarian seni budaya dan pemberdayaan masyarakat. Hastuti berharap kampung literasi ini dapat memiliki kostum tari sendiri sehingga tidak perlu lagi menyewa saat mengikuti berbagai pertunjukan. Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Kampung Literasi Wijaya Kusuma terus berupaya menciptakan ruang belajar yang mendukung pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Reporter: Tim Liputan STIA AAN Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar