LPM Super JIMO STIA ‘AAN’
Yogyakarta Dorong Mahasiswa Menulis Kritis dan Berintegritas melalui kegitan
(Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) PJTD
Yogyakarta, 10 Maret 2026 – Kegiatan Pelatihan
Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) kembali diselenggarakan pada 13 Februari 2026
di Kampus STIA “AAN” Yogyakarta dengan mengusung tema “Pena Kritis Mengawal
Transparansi Publik melalui Jurnalistik Berintegritas.” Tema ini mengandung
makna bahwa mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pers memiliki peran
penting dalam mengawal keterbukaan informasi publik melalui karya jurnalistik
yang berintegritas, kritis, dan objektif. Acara yang menghadirkan narasumber
Shinta Maharani, seorang pengurus Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, ini
berlangsung dengan sangat baik.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota
LPM Super JIMO, delegasi BEM, dan Mapala dengan antusiasme yang sangat tinggi
dan positif. Hal tersebut terlihat dari kehadiran peserta yang lengkap,
partisipasi aktif dalam sesi diskusi bersama narasumber, serta semangat dalam
mengikuti pemaparan materi hingga praktik pembuatan berita dan presentasi hasil
penulisan berita. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung
mempraktikkan teknik penulisan berita yang baik dan benar, kemudian memperoleh
koreksi serta masukan langsung dari narasumber. Proses ini
memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi para anggota pers
mahasiswa.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan susunan acara
serta sambutan dari Ketua Panitia, Pimpinan Umum LPM Super JIMO, dan Ketua STIA
“AAN” Yogyakarta. Setelah itu, kegiatan inti berupa pemaparan materi
jurnalistik oleh narasumber kak Shinta Maharani dan praktik penulisan berita
bersama peserta.
Dalam
proses persiapan, Ade mengungkapkan bahwa panitia telah melakukan berbagai
tahapan penting. “Kami sebagai panitia memulai persiapan dari penentuan konsep
dan tujuan acara, penyusunan anggaran, pembuatan proposal, pengiriman undangan,
hingga menyiapkan konsumsi dan perlengkapan teknis sebelum pelaksanaan kegiatan
pada hari H,” ujarnya.
Sebagai
Ketua Panitia PJTD, Ade merasa sangat bersyukur dan bangga karena kegiatan PJTD
dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai rencana. “Kerja sama,
kekompakan, serta tanggung jawab seluruh panitia dan peserta menjadi kunci
utama keberhasilan kegiatan ini,” tambahnya.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan PJTD pada tahun-tahun selanjutnya mampu memberikan
pengalaman, pengetahuan, serta pembelajaran organisasi pers yang bermanfaat dan
berkelanjutan bagi seluruh peserta. Pena yang kritis bukan sekadar alat untuk
menulis, tetapi juga menjadi simbol keberanian untuk turun ke lapangan,
menyampaikan fakta, serta menggali informasi yang berkembang di tengah
masyarakat.
Reporter: Reni Pebriana Napitu
