Minggu, 31 Mei 2026

 

Asah Kepercayaan Diri,

LPM Super JIMO Gelar Pelatihan Public Speaking Perdana


Sumber: dokumentasi panitia 

Yogyakarta, 27 Mei 2026 – Minimnya ruang latihan berbicara di depan umum mendorong  Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO meluncurkan proker Public Speaking perdana. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Kampus STIA “AAN” Yogyakarta bukan sekadar dirancang untuk pelatihan, tetapi juga upaya nyata agar anggota dan mahasiswa mampu menyampaikan ide secara jelas, terstruktur, dan berani di depan forum.

Mengusung tema “Membangun Karakter Mahasiswa yang Adaptif, Visioner, dan Unggul Melalui Publik Speaking,” dengan diadakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri seseorang di depan umum. Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua STIA AAN Yogyakarta, Bapak Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A. Turut hadir memberikan dukungan, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas, Ibu R.R. Elisabeth Anggraeni Eksi Wahyuni, S.I.P., M.P.A.

Pemaparan materi disampaikan oleh Maria Ulfah, M.Si. (yang akrab disapa Kak Jova), seorang konsultan komunikasi. Dalam sesinya, Kak Jova menjelaskan pentingnya public speaking dalam kehidupan sehari-hari, cara membangun rasa percaya diri, serta teknik menyampaikan komunikasi yang baik dan efektif. Setelah pemaparan teori, para peserta langsung diminta mempraktikkan cara public speaking yang baik dan benar melalui simulasi presentasi kelas. Beberapa peserta dipilih untuk melakukan presentasi singkat, yang kemudian dievaluasi langsung oleh pemateri agar mereka dapat memperbaiki kekurangan dan menerapkan ilmunya secara maksimal.

Ketua Pelaksana Public Speaking, Hanifah Nursya Bani mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara yang dipersiapkan melalui rapat mingguan tersebut serta harapan kedepannya untuk proker perdana LPM Super JIMO tersebut. “Saya merasa senang dan bangga karena proker ini bisa terlaksana dengan baik walaupun ini merupakan program baru. Saya juga mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam mengatur panitia, membangun komunikasi, dan belajar bertanggung jawab dalam sebuah kegiatan.” Hanifah juga berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan berkembang menjadi program yang lebih besar.

Bagi anggota LPM Super JIMO, terlaksananya kegiatan public speaking perdana tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Salah satu peserta dalam acara public speaking, Dhini Setyawati, mengungkapkan banyak mendapat pelajaran baru terkait cara berkomunikasi. “Mengikuti acara ini menjadi pengalaman yang berkesan karena memberikan banyak pembelajaran baru terkait cara berkomunikasi yang baik dan efektif. Kegiatan ini juga mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta untuk tampil dan menyampaikan ide di depan banyak orang. Suasana acara yang aktif dan komunikatif membuat peserta lebih mudah memahami materi serta termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan diri,” ujar Dhini. 

Melalui suksesnya proker perdana ini, LPM Super JIMO berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang konsisten untuk melahirkan anggota dan mahasiswa yang berani berbicara serta menyampaikan informasi dengan penuh rasa percaya diri.


Reporter: Zahra Eka Putri Roseva


Jumat, 22 Mei 2026

 

Milad ke-24 BEM STIA AAN Yogyakarta: Dari Solidaritas Menuju Aksi, BEM Tegaskan Peran sebagai Katalis Perubahan



Sumber: dokumentasi panitia


Yogyakarta, 18 Mei 2026—Semangat kebersamaan, tawa, kerja keras, hingga dinamika persiapan menjadi warna tersendiri dalam perayaan Milad ke-24 BEM STIA “AAN” Yogyakarta yang sukses digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Mengusung tema “Caturviṁśati Warsa BEM: Menjadi Katalis Perubahan di Tengah Dinamika Mahasiswa”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan organisasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade.

Bagi Presiden Mahasiswa STIA “AAN” Yogyakarta, Ilham Ramadhan, Milad tahun ini membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Menurutnya, BEM dibangun bukan hanya oleh program kerja dan agenda formal, tetapi oleh solidaritas, kerja sama, serta semangat mahasiswa yang terus bergerak bersama.

“Sejauh apa pun BEM berkembang, semuanya tetap dibangun dari rasa solidaritas, kerja sama, dan semangat teman-teman mahasiswa untuk terus bergerak bersama,” ujar Ilham Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari peran aktif mahasiswa itu sendiri. Hal ini karena BEM hadir sebagai ruang bersama bagi mahasiswa untuk berkontribusi menyampaikan aspirasi, hingga mengambil bagian dalam proses perubahan di kampus.

“Ketika mahasiswa aktif berpartisipasi, memberikan masukan, atau ikut terlibat dalam kegiatan, program-program BEM akan menjadi lebih hidup dan manfaatnya akan terasa lebih nyata,” tambahnya.

Di balik kemeriahan Milad, terdapat proses panjang yang penuh tantangan. Ketua Panitia, Rina Dwi Rahayu, mengungkapkan bahwa persiapan acara sempat menghadapi berbagai hambatan, mulai dari kurangnya partisipasi sebagian anggota panitia hingga miskomunikasi yang memperlambat koordinasi antartim.

Namun, situasi tersebut tidak mematahkan semangat panitia. Justru melalui berbagai kendala itulah rasa kebersamaan semakin terbangun. “Kolaborasi dilakukan lewat komunikasi yang intens, koordinasi rutin, serta saling membantu antardivisi. Setiap panitia memiliki tanggung jawab masing-masing, tetapi kami tetap berusaha berjalan bersama demi kelancaran acara,” jelas Rina Dwi Rahayu.

Menurutnya, salah satu pengalaman paling berkesan selama persiapan terjadi saat proses dekorasi dan gladi bersih menjelang hari pelaksanaan. Momen tersebut menjadi ruang bagi panitia untuk belajar bekerja dalam tekanan sekaligus mempererat kekompakan satu sama lain.

Antusiasme anggota BEM terhadap Milad ke-24 ini pun mendapat respons positif. Kehadiran dan partisipasi aktif anggota, baik dalam perlombaan maupun puncak acara, menjadikan perayaan berlangsung meriah, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.

Lebih dari sekadar perayaan organisasi, Milad ini juga menjadi pengingat bahwa dunia organisasi bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, melainkan tentang belajar, bertumbuh, dan membangun relasi yang bermakna.

Sebagai Presiden Mahasiswa, Ilham Ramadhan berharap BEM STIA “AAN” Yogyakarta ke depan mampu terus menjadi organisasi yang aktif, adaptif, dan terbuka terhadap suara mahasiswa.

“Semoga teman-teman BEM tetap solid, tetap memiliki semangat untuk belajar dan berkembang, serta jangan mudah lelah dalam berproses. Apa yang dijalani di organisasi hari ini akan menjadi pengalaman berharga ke depannya,” tuturnya.

Senada dengan itu, Rina Dwi Rahayu berharap Milad ke-24 mampu meninggalkan dampak positif, tidak hanya bagi internal BEM, tetapi juga bagi lingkungan kampus secara lebih luas.

Dengan semangat “Menjadi Katalis Perubahan di Tengah Dinamika Mahasiswa”, Milad ke-24 BEM STIA “AAN” Yogyakarta menjadi bukti bahwa di tengah tantangan organisasi, solidaritas dan kolaborasi tetap menjadi energi utama dalam melahirkan perubahan.

 

Reporter: Novita Fitriani





  Asah Kepercayaan Diri, LPM Super JIMO Gelar Pelatihan Public Speaking Perdana Sumber: dokumentasi panitia   Yogyakarta, 27 Mei 2026 –...