Jumat, 08 Mei 2026

 

Tantang Adrenalin di Goa Kayu Ayu, Angkatan Arunaka Dharma Mapala AGNY Perdalam Teknik Caving


Sumber: Dokumentasi Mapala AGNY


Yogyakarta, 1 Mei 2026 — Seluruh anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala AGNY) telah menyelesaikan kegiatan penelusuran gua (caving) yang berlangsung selama tiga hari di Goa Kayu Ayu. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 hingga 26 April 2026 ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan agenda krusial untuk mengasah keterampilan teknis dan memperkuat mental para anggota.

Bagi angkatan Arunaka Dharma, kegiatan ini menjadi proses pembelajaran langsung yang sangat berharga. Tujuan utamanya adalah melatih teknik penelusuran gua, membangun kerja sama tim yang solid, serta meningkatkan keberanian di medan lapangan yang sesungguhnya. Gelapnya perut bumi Goa Kayu Ayu tidak menyurutkan semangat mereka. Alih-alih gentar, para anggota justru antusias bergelut dengan lumpur demi menuntaskan rasa penasaran.

Menembus batas di tengah berbagai keterbatasan, perjalanan ini bukannya tanpa tantangan. Minimnya kadar oksigen di dalam gua menjadi ujian fisik tersendiri bagi para peserta. Selain itu, keterbatasan peralatan operasional memaksa tim untuk berkolaborasi dengan meminjam alat dari organisasi pecinta alam (OPA) lain. Namun, keterbatasan ini justru menjadi bukti nyata solidaritas di kalangan pecinta alam.

Beberapa kendala teknis pun sempat muncul di lapangan. Anggota muda bernama Azizah mengungkapkan pengalamannya terjebak oleh capstan yang terlalu kesat dengan tali karmantel, yang cukup menguras tenaga. Senada dengan itu, Ferdian menyebutkan bahwa alat descender terkadang mengalami kemacetan saat digunakan untuk turun. Ali juga menambahkan bahwa ketelitian terhadap alat, seperti memastikan carabiner terkunci dengan benar dan tali tidak terbelit, menjadi kunci keselamatan utama.

Keamanan tetap menjadi prioritas utama. Meski menghadapi berbagai tantangan fisik dan alat, Mapala AGNY tetap mengedepankan standar keselamatan yang ketat. Seluruh proses penelusuran dipastikan berjalan sesuai dengan standard operating procedures (SOP) caving yang berlaku guna meminimalkan risiko kecelakaan.

“Rasanya seru, senang, dan rasa penasaran kami terhadap gua sudah terbayarkan,” ujar Ferdian. Baginya, rasa lelah menembus gua yang cukup dalam terobati dengan melihat keindahan ornamen alami yang telah terbentuk selama bertahun-tahun di dalam Goa Kayu Ayu.

Meskipun terdapat beberapa penyesuaian jadwal dari rencana awal (rundown) dan tidak semua anggota baru  hadir, secara keseluruhan kegiatan ini dinilai berjalan dengan baik. Ke depan, para anggota berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan kualitasnya. Harapan besar juga disematkan agar seluruh anggota baru dapat berpartisipasi secara lengkap dalam agenda selanjutnya untuk membangun chemistry yang lebih kuat serta rutin berlatih agar semakin mahir dalam penguasaan peralatan pecinta alam.

Pada akhirnya, penelusuran di Goa Kayu Ayu ini bukan sekadar tentang seberapa dalam mereka mampu turun ke perut bumi, melainkan tentang seberapa kuat mereka saling menjaga dalam kegelapan. Meski harus pulang dengan pakaian yang penuh lumpur, angkatan Arunaka Dharma membawa pulang pengalaman tak ternilai dan mental yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya.

 

Reporter: Novita Fitriani

  Tantang Adrenalin di Goa Kayu Ayu, Angkatan Arunaka Dharma Mapala AGNY Perdalam Teknik Caving Sumber: Dokumentasi Mapala AGNY Yogyakarta, ...