Tingkatkan Profesionalisme di Era Digital, LPM SUPER JIMO
Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut
Sumber:
dokumentasi panitia
Yogyakarta, 3 Mei 2026 — Di tengah arus informasi digital yang kian deras, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO STIA AAN Yogyakarta mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas jurnalis kampus. Bertempat di Kampus STIA AAN Yogyakarta, LPM Super JIMO berhasil menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) pada Sabtu, 18 April 2026.
Mengusung tema “Penguatan Jurnalisme Mahasiswa di Era Digital: Akurasi, Etika, dan Profesionalisme”, kegiatan ini bertujuan membekali jurnalis mahasiswa agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga tetap teguh menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah tantangan zaman.
Puncak acara ditandai dengan penyampaian materi oleh praktisi jurnalistik eksternal, Sarjoko S. Dalam sesinya yang bertajuk “Overhaul Journalism: Mengapa dan Bagaimana Menjadi Jurnalis di Era Rebutan Perhatian”, ia membedah strategi bertahan bagi jurnalis di masa kini tanpa mengorbankan kualitas demi sekadar clickbait.
Setelah pemaparan materi, para peserta ditantang untuk menuangkan gagasan melalui sesi pembuatan mind mapping dan presentasi singkat sebagai bentuk implementasi langsung dari ilmu yang diperoleh.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua STIA AAN Yogyakarta, Bapak Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A., serta dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas, Ibu RR. Elisabeth Anggraeni Eksi Wahyuni, S.IP., M.P.A.
Ketua Pelaksana PJTL, Azkia Samrotul Fuadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang dipersiapkan melalui rapat rutin mingguan.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme peserta yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya, menunjukkan semangat kuat untuk berkembang. Harapannya, langkah positif ini membawa manfaat bagi kita semua dan ke depannya acara bisa lebih kreatif lagi,” ujar Azkia.
Bagi para anggota LPM Super JIMO, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan. Annisa Dwi Maharani, salah satu peserta, mengaku memperoleh banyak ilmu baru yang sangat aplikatif.
“Seru dan menyenangkan! Ini pertama kalinya kami ikut kegiatan PJTL. Kami jadi tahu proses jurnalistik yang lebih mendalam, dan ilmu ini pasti sangat berguna untuk memajukan LPM ke depannya,” ujar Annisa.
Hal senada disampaikan oleh Tanti Trianingsih. Sebagai anggota baru, ia merasa PJTL menjadi wadah untuk memahami dinamika dunia jurnalistik yang sesungguhnya.
“Materi tentang teknik investigasi dan etika media benar-benar membuka mata saya. Saya berharap LPM terus menjadi ruang kreatif yang inklusif dan kritis, serta ke depannya bisa menghadirkan lebih banyak praktisi ahli atau studi lapangan agar kami memiliki gambaran nyata tantangan jurnalis di lapangan,” ujar Tanti.
Melalui suksesnya penyelenggaraan PJTL ini, LPM Super JIMO diharapkan semakin solid secara internal dan terus berani menyuarakan kebenaran melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan kredibel.
Reporter: Zahra Eka Putri Roseva

Tidak ada komentar:
Posting Komentar