Menggali
Potensi di Momen Dies Natalis, Dua Mahasiswi STIA AAN Yogyakarta Bagikan Kunci
Sukses
Sumber:
Dokumentasi LPM Super Jimo
Yogyakarta, 16 Juni 2026 – Perayaan Dies Natalis ke-47 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AAN Yogyakarta tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi institusi, tetapi juga menjadi Ajang apresiasi bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan prestasi luar biasa. Dalam rangkaian acara tersebut, dua mahasiswi berprestasi, Khoirine Moriesta Nuraini dan Vrisca Nabatiola Hindriani, berkesempatan membagikan kisah perjuangan serta kiat sukses mereka dalam menggali potensi diri di tengah dinamika perkuliahan.
Mahasiswi berprestasi, Khoirine Moriesta atau yang akrab disapa Rista, menjelaskan bahwa konsistensi dalam berproses merupakan kunci utama bagi mahasiswa untuk berkembang. Menurutnya, langkah awal yang paling krusial dalam menggali potensi diri adalah mengenali minat pribadi sejak dini. “Tips dari saya, yang pertama, kita harus mencari tahu dulu apa kesukaan kalian, lalu fokus pada bidang tersebut. Ketika teman-teman sudah berani mencoba, teruslah mencoba tanpa memikirkan hasilnya terlebih dahulu,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan bahwa hasil akhir maupun capaian prestasi yang diraih nantinya hanyalah bonus dari proses belajar. Hal utama yang harus ditanamkan oleh setiap mahasiswa adalah keberanian untuk memulai serta komitmen untuk mengoptimalkan potensi diri semaksimal mungkin.
Senada dengan prinsip Rista mengenai keberanian untuk mencoba, cerita inspiratif lain datang dari Vrisca Nabatiola Hindriani, mahasiswi program studi S1 Administrasi Publik. Selain berprestasi di bidang akademik, Vrisca turut memeriahkan acara dengan menampilkan kemampuan olah vokalnya yang memukau lewat olah vokal dalam rangkaian Dies Natalis tersebut. Vrisca menceritakan bahwa kecintaannya pada dunia tarik suara bermula dari sebuah momen tidak terduga saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saat itu, ia memberanikan diri mengikuti lomba menyanyi untuk pertama kalinya meskipun sempat diliputi rasa tidak percaya diri. “Waktu itu aku benar-benar tidak yakin, bahkan mungkin suaraku saat itu fals. Namun, ternyata di momen itu saya malah berhasil meraih juara pertama dan mewakili kabupaten untuk maju ke tingkat provinsi,” kenangnya.
Pengalaman berharga tersebut mendorong Vrisca untuk menyadari bahwa menyanyi merupakan passion yang perlu terus dikembangkan. Sejak saat itu, ia terus berkomitmen untuk mendalami dunia seni musik hingga mampu berprestasi di tingkat perguruan tinggi. Melalui kisah inspiratif Rista dan Vrisca, seluruh mahasiswa, khususnya di lingkungan STIA AAN Yogyakarta, diharapkan dapat termotivasi untuk terus menggali potensi diri. Transformasi dan prestasi mahasiswa diharapkan tidak hanya tercermin dalam penguasaan akademik, tetapi juga berani keluar dari zona nyaman demi meraih masa depan yang gemilang.
Reporter: Annisa Ramadhani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar