Minggu, 31 Agustus 2025

Gelar Demonstrasi di Polda DIY, Tuntut Reformasi dan Akhiri Kekerasan.


Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Aliansi Jogja Memanggil, yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat Yogyakarta kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Polda DIY sore hari ini. Aksi ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi bersama sejumlah elemen di kota pelajar tersebut yang menghasilkan enam tuntutan utama kepada aparat kepolisian dan pemerintah.

Humas Aliansi Jogja Memanggil, Bung Koes, menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut keadilan atas berbagai kasus kekerasan dan ketidakadilan yang selama ini belum tuntas. "Kami menuntut pengusutan tuntas terhadap kasus meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, tragedi Kanjuruhan Malang, dan kasus Gamma," ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya reformasi total Kepolisian Indonesia, termasuk pencopotan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Selain reformasi institusi Polri, massa juga menuntut pemerintah menerapkan pajak progresif kepada orang kaya serta membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dirasakan menyengsarakan rakyat. "Kenaikan PBB hari ini menyulitkan rakyat, seperti yang terjadi di Pati, masyarakat resah karena beban pajak meningkat," kata Bung Koes.

Tak hanya itu, mereka juga meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyesuaian anggaran yang lebih mengutamakan sektor pendidikan dan mengurangi dana pertahanan dan keamanan. "Kami juga menuntut penghentian kebijakan absolutisme dalam struktur pemerintahan serta militerisasi ruang sipil," tambahnya.

Dalam tuntutannya yang terakhir, massa mendesak penurunan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, Anggota Kabinet Merah Putih, dan DPR, serta mengesahkan RUU perampasan aset dan pemberantasan korupsi yang melibatkan keluarga koruptor.

Aksi di Yogyakarta ini juga diwarnai ketegangan saat sejumlah pengguna jalan yang melintas di perempatan Condongcatur, Sleman, mencoba merekam aksi demonstrasi. Para demonstran secara tegas melarang rekaman tersebut demi menjaga ketertiban dan fokus aksi.

Kendati diguyur hujan deras, massa tetap bertahan dan melakukan long march serta penghadangan di depan Polda DIY. Mereka menuntut keadilan bagi driver ojol, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Mereka menilai kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku harus bertanggung jawab.

Koes menambahkan bahwa aksi hari ini merupakan bagian dari seruan aksi nasional yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada hari Senin mendatang. "Kami menyerukan kepada seluruh wilayah di Indonesia untuk melakukan aksi serentak di sekitar Malioboro dan wilayah lainnya," ujarnya.

Aksi ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada aparat dan pemerintah agar tidak mengabaikan suara rakyat yang menuntut keadilan, reformasi, dan perubahan nyata demi terciptanya masa depan bangsa yang lebih baik.

 

Reporter: Rokhim




 

Sabtu, 23 Agustus 2025

LPM Super JIMO Gelar Seminar Motivasi: “Berani Bermimpi, Berani Berdampak”

 

Sabtu, 16 Agustus 2025 - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO sukses menyelenggarakan seminar motivasi berjudul “Berani Bermimpi, Berani Berdampak: Mengukir Jejak Melalui Perubahan Nyata”. Acara ini di gelar secara daring melalui platform Google Meet pada pukul 09.00 WIB, dengan menghadirkan Siti Nuraini Wahidatun Nisa sebagai pembicara. Seminar yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh sekitar 66 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, siswa SMA/SMK, dan masyarakat umum. 

Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi serta berkontribusi bagi perubahan sosial. Hal tersebut sejalan dengan visi LPM Super JIMO yang senantiasa berupaya menghadirkan kegiatan edukatif serta motivatif bagi kalangan mahasiswa.

 

Siti Nuraini Wahidatun Nisa, dalam materinya, menggarisbawahi pentingnya smart goals atau mimpi yang terukur. Menurutnya, sebuah mimpi tidak cukup hanya diangan-angan, melainkan harus ditopang oleh perencanaan yang jelas, target yang realistis, serta evaluasi yang berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu akan memudahkan seseorang dalam mewujudkan cita-citanya.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan rasa minder atau rasa rendah diri yang kerap menjadi hambatan anak muda dalam berproses. Ia mengajak peserta untuk tidak terjebak pada perasaan tidak mampu, melainkan berani merangkul keterbatasan yang ada, “Setiap keterbatasan bisa menjadi peluang, asalkan kita mampu mengubah cara pandang dan menjadikannya sebagai kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siti Nuraini menekankan bahwa digitalisasi merupakan masa depan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, penguasaan teknologi digital bukan hanya sebatas kebutuhan akademis, tetapi juga menjadi sarana penting untuk membangun jejaring, menyebarkan gagasan, serta menciptakan dampak yang lebih luas di masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan peluang di dunia digital, baik dalam aspek pendidikan, karier, maupun pengabdian sosial.

Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi mengatasi rasa minder dan cara menyusun smart goals.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk berani bermimpi dan mengambil langkah nyata dalam menciptakan perubahan positif.

Reporter : Vani Yulianti


Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...