Yogyakarta, 29 Agustus 2025 —
Aliansi Jogja Memanggil, yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat
Yogyakarta kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Polda DIY sore hari ini.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi bersama sejumlah elemen di kota
pelajar tersebut yang menghasilkan enam tuntutan utama kepada aparat kepolisian
dan pemerintah.
Humas Aliansi Jogja Memanggil, Bung
Koes, menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut keadilan atas
berbagai kasus kekerasan dan ketidakadilan yang selama ini belum tuntas.
"Kami menuntut pengusutan tuntas terhadap kasus meninggalnya pengemudi
ojek online (ojol) di Jakarta, tragedi Kanjuruhan Malang, dan kasus
Gamma," ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya reformasi total Kepolisian
Indonesia, termasuk pencopotan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.
Selain reformasi institusi Polri,
massa juga menuntut pemerintah menerapkan pajak progresif kepada orang kaya
serta membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dirasakan
menyengsarakan rakyat. "Kenaikan PBB hari ini menyulitkan rakyat, seperti
yang terjadi di Pati, masyarakat resah karena beban pajak meningkat," kata
Bung Koes.
Tak hanya itu, mereka juga meminta
penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyesuaian anggaran yang
lebih mengutamakan sektor pendidikan dan mengurangi dana pertahanan dan
keamanan. "Kami juga menuntut penghentian kebijakan absolutisme dalam
struktur pemerintahan serta militerisasi ruang sipil," tambahnya.
Dalam tuntutannya yang terakhir,
massa mendesak penurunan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Gibran
Rakabuming, Anggota Kabinet Merah Putih, dan DPR, serta mengesahkan RUU
perampasan aset dan pemberantasan korupsi yang melibatkan keluarga koruptor.
Aksi di Yogyakarta ini juga diwarnai
ketegangan saat sejumlah pengguna jalan yang melintas di perempatan
Condongcatur, Sleman, mencoba merekam aksi demonstrasi. Para demonstran secara
tegas melarang rekaman tersebut demi menjaga ketertiban dan fokus aksi.
Kendati diguyur hujan deras, massa
tetap bertahan dan melakukan long march
serta penghadangan di depan Polda DIY. Mereka menuntut keadilan bagi driver ojol, Affan Kurniawan, yang
meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Mereka
menilai kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku harus bertanggung jawab.
Koes menambahkan bahwa aksi hari ini
merupakan bagian dari seruan aksi nasional yang akan digelar serentak di
seluruh Indonesia pada hari Senin mendatang. "Kami menyerukan kepada
seluruh wilayah di Indonesia untuk melakukan aksi serentak di sekitar Malioboro
dan wilayah lainnya," ujarnya.
Aksi ini sekaligus menjadi
peringatan keras kepada aparat dan pemerintah agar tidak mengabaikan suara
rakyat yang menuntut keadilan, reformasi, dan perubahan nyata demi terciptanya
masa depan bangsa yang lebih baik.
Reporter: Rokhim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar