Rabu, 01 Juli 2026

 

Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-47 STIA AAN Soroti Digitalisasi Administrasi dan Promosi BUM Desa

Sumber: Dokumentasi LPM Super Jimo

 

Yogyakarta, 16 Juni 2026—Puncak peringatan Dies Natalis ke-47 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) AAN Yogyakarta diisi dengan orasi ilmiah bertajuk “Digitalisasi Administrasi dan Promosi sebagai Support System Unit Usaha BUM Desa Binangun Jati Unggul”. Orasi tersebut disampaikan oleh dosen STIA AAN Yogyakarta, Lulu Anastesi Sayekti, S.Pi., S.A.P., M.Si., pada Sabtu, 13 Juni 2026. Orasi ilmiah tersebut memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan STIA AAN Yogyakarta dalam mendukung penguatan tata kelola dan pengembangan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini sejalan dengan tema Dies Natalis ke-47 STIA AAN, yaitu “Transformasi Administrasi Digital Berbasis Nilai Luhur Notokusumo”.

Dalam pemaparannya, Lulu menjelaskan bahwa perkembangan teknologi mendorong berbagai organisasi untuk beradaptasi dengan sistem digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya diterapkan di sektor swasta, tetapi juga menjadi kebutuhan bagi organisasi publik, termasuk pemerintah desa dan BUM Desa. “Perkembangan teknologi mengarah pada digitalisasi yang mengubah sistem manual menjadi digital. Hal ini tidak dapat dihindari karena tuntutan efisiensi, akses tanpa batas, dan skalabilitas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembangunan nasional. Namun, berbagai persoalan, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah memperkuat peran BUM Desa sebagai lembaga usaha yang dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat. Dalam orasi tersebut, BUM Desa Binangun Jati Unggul di Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, dijadikan contoh penerapan teknologi digital dalam pengelolaan usaha desa.

BUM Desa yang berdiri sejak 2016 itu memiliki tiga unit usaha, yaitu jasa keuangan, jasa pertanian dan perdagangan, serta jasa pariwisata melalui Resto Bukit Cubung. Meskipun telah berkembang, BUM Desa tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti administrasi yang masih dilakukan secara manual, pengelolaan arsip yang belum terdigitalisasi, serta promosi digital yang belum optimal. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, STIA AAN memberikan pendampingan berupa penerapan Sistem Informasi Administrasi dan Kepegawaian (SIAK), digitalisasi arsip, serta pelatihan promosi digital bagi pengelola BUM Desa. Program tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi sekaligus memperluas jangkauan promosi unit usaha yang dimiliki. Selain mendukung tata kelola organisasi yang lebih baik, pemanfaatan teknologi digital juga dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha desa. Media digital memungkinkan promosi dilakukan secara lebih luas, terencana, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengelola BUM Desa dalam mengelola administrasi dan publikasi digital. Tingkat pemberdayaan peserta setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan meningkat sebesar 30,83 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui orasi ilmiah ini, STIA AAN Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Reporter: Salsa Nabila Suwarno

 

Dari Atma Anomali…

 

Atmanya membisu sunyi,

entah di mana hakikat diri.

Angannya pun lebam tak terperi,

entah ke mana harus pergi.

 

Raganya jauh mengembara,

Sedang jiwanya?

Mungkin tak sengaja tertunda,

di angka usia remaja.

 

Lidah menari liar unjuk diri,

merayu hati sang Dewi Ratri.

Nafsu pun serta untuk melandasi,

nirmala indah berhiaskan janji,

mengakhiri cerita bulan Juni.

 

Maafkan jiwa dan raga ini.

Cintanya menggores luka,

menjatuhkan air mata duka,

mengukir aksa halaman cerita,

menyimpan nestapa dalam tawa.

 

Karya: Hidayat (626)


                           Semarak Puncak Dies Natalis ke-47 STIA AAN Yogyakarta   Sumber: Dokumentasi LPM Super Jimo   Yogyakarta, ...