Selasa, 28 Oktober 2025

Suara Anak Muda, Suara Masa Depan

Di tanganmu, harapan negeri tercurahkan,

Langkahmu nyala bagi kebenaran.

Bukan sekadar suara yang diabaikan,

Tapi cahaya untuk melawan kebusukan.

 

Jangan biarkan nurani tertidur,

Ketika janji dijual murah.

Tegakkan hati, jangan mundur,

Meski arus dusta datang pasrah.

 

Korupsi bukan takdir bangsa,

Tapi luka yang harus diobati.

Anak muda, bangkit dan bersuara,

Jangan biarkan negeri mati.

 

Bukan hanya orasi di jalan,

Tapi aksi nyata dalam perbuatan.

Menjaga kejujuran dalam tantangan,

Menolak suap jadi kebiasaan.

 

Kini saatnya engkau bersuara,

Dengan pena, dengan karya,

Dengan cinta pada Indonesia,

Bersihkan jalan menuju cahaya.

 

Jangan tunggu waktu mendewasa,

Karena masa depan adalah milik kita.

Bersatulah, lawan korupsi yang meraja,

Dengan semangat yang membara.


Oleh: Ina Auliya

Ketidakadilan

Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Kesedihan, emosi, dan rasa takut bercampur menjadi satu.

Aku bertanya pada Tuhan, mengapa harus aku?

Mengapa bukan mereka yang hidup di luar sana dengan kesenangan yang sama?


Aku, dan hanya aku,

yang bisa memeluk tubuhku sendiri,

merasakan getir ketidakadilan yang menimpa tanpa permisi.

 

Ingin rasanya aku marah pada Tuhan,

ingin juga kumerasakan bahagia,

namun perlahan pikiran itu memudar,

terhempas oleh keyakinan yang rapuh, namun nyata.


Tuhan, Engkau menguji,

di atas batas yang Kau tahu mampu kulalui.

Dan yang bisa kulakukan kini,

hanyalah bersabar dalam sunyi.

 

Meski hidupku masih terbungkus ketidakadilan,

aku percaya, suatu saat nanti hal-hal baik akan mengetuk pintu kehidupanku

entah kapan,

namun aku yakin… akan tiba waktunya

Oleh: Anggita Fina Irvani

 


 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...