Selasa, 28 Oktober 2025

Ketidakadilan

Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Kesedihan, emosi, dan rasa takut bercampur menjadi satu.

Aku bertanya pada Tuhan, mengapa harus aku?

Mengapa bukan mereka yang hidup di luar sana dengan kesenangan yang sama?


Aku, dan hanya aku,

yang bisa memeluk tubuhku sendiri,

merasakan getir ketidakadilan yang menimpa tanpa permisi.

 

Ingin rasanya aku marah pada Tuhan,

ingin juga kumerasakan bahagia,

namun perlahan pikiran itu memudar,

terhempas oleh keyakinan yang rapuh, namun nyata.


Tuhan, Engkau menguji,

di atas batas yang Kau tahu mampu kulalui.

Dan yang bisa kulakukan kini,

hanyalah bersabar dalam sunyi.

 

Meski hidupku masih terbungkus ketidakadilan,

aku percaya, suatu saat nanti hal-hal baik akan mengetuk pintu kehidupanku

entah kapan,

namun aku yakin… akan tiba waktunya

Oleh: Anggita Fina Irvani

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...