Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.
Kesedihan, emosi, dan
rasa takut bercampur menjadi satu.
Aku bertanya pada
Tuhan, mengapa harus aku?
Mengapa bukan mereka
yang hidup di luar sana dengan kesenangan yang sama?
Aku, dan hanya aku,
yang bisa memeluk
tubuhku sendiri,
merasakan getir
ketidakadilan yang menimpa tanpa permisi.
Ingin rasanya aku
marah pada Tuhan,
ingin juga
kumerasakan bahagia,
namun perlahan
pikiran itu memudar,
terhempas oleh keyakinan
yang rapuh, namun nyata.
Tuhan, Engkau menguji,
di atas batas yang
Kau tahu mampu kulalui.
Dan yang bisa
kulakukan kini,
hanyalah bersabar
dalam sunyi.
Meski hidupku masih
terbungkus ketidakadilan,
aku percaya, suatu
saat nanti hal-hal baik akan mengetuk pintu kehidupanku–
entah kapan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar