Minggu, 13 Juli 2025

Kontingen Sleman Suguhkan Kisah Roro Jonggrang di Perkemahan Wirakarya DIY 2025

 



Sumber: SAKA KOMINFO SLEMAN

KULON PROGO  -  Pentas seni menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam menyemarakkan rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Kampung Pramuka Sokoraja, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo.

Kontingen Cabang (Koncab) Sleman menampilkan pertunjukan yang memukau dengan membawakan kisah legendaris Roro Jonggrang yang telah dikenal luas di masyarakat Yogyakarta.

Kisah Roro Jonggrang disuguhkan dengan penampilan yang atraktif dan penuh energi. Tidak hanya menghibur, penampilan ini menjadi simbol budaya Yogyakarta yang dikemas melalui perpaduan gerak, tari, dan musik yang selaras serta harmonis. Setiap adegan disuguhkan dengan ekspresi mendalam, penghayatan kuat, serta kostum yang luar biasa, menjadikan penampilan tersebut sebagai sarana pelestarian budaya  yang sarat nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.

Persiapan dimulai sejak jauh hari, yaitu dengan merancang alur cerita, membagi peran, menyusun naskah, menyiapkan properti, serta menyusun jadwal latihan. Latihan rutin, gladi kotor, hingga gladi bersih menjadi kunci untuk menyempurnakan dan menyukseskan penampilan menjelang hari-H.

Namun, jalan menuju panggung tidak selalu mulus. Koncab Sleman menghadapi berbagai tantangan. Meskipun demikian, semangat untuk tampil dan melestarikan budaya tetap membakar seluruh tim.

 

Sumber: Pramuka DIY

Sebagai penutup, Koncab Sleman menghadirkan flashmob yang sontak menggugah semangat penonton serta memperkuat pertunjukan dalam memeriahkan suasana malam itu.

Tepuk tangan yang meriah menjadi bukti keberhasilan mereka dalam mengangkat budaya Kabupaten Sleman hal ini diharapkan menjadi wujud nyata bahwa berkarya dan mencintai budaya dapat menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai budi pekerti yang mengakar kuat dalam jiwa Pramuka, khususnya di kalangan generasi muda Pramuka Sleman.

 

Reporter : Muhamad Farhan Aditya

 


PENDAKIAN SLAYER ANGKATAN XXVIII SUKSES DIGELAR DI GUNUNG LAWU ‘’BUKTIKAN SOLIDARITAS DAN KETANGGUHAN ‘’

 


Yogyakarta - Gunung Lawu via Cetho, Gumeng, Kec. Jenawi, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah. 17-20 Juni 2025, Kegiatan Pendakian Slayer Angkatan XXVIII yang dilaksanakan oleh Mapala AGNY telah berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Pendakian yang dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 17 hingga 20 Juni 2025, mengambil jalur Cetho sebagai rute utama menuju Puncak Gunung Lawu.

Pendakian slayer ini merupakan kegiatan wajib bagi anggota muda sebagai syarat pengambilan nomor anggota dan simbolisasi perubahan status keanggotan. Dalam tradisinya, peserta yang telah menyelesaikan pendakian ini akan mengganti slayer mereka dari warna oranye menjadi ungu, yang menandakan bahwa mereka telah menjadi anggota penuh dan berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan lanjutan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, manajemen waktu dalam pendakian kali ini mengalami perubahan yang signifikan. Jika biasanya pendakian ditempuh dalam waktu dua hari satu malam, kali ini dilaksanakan selama tiga hari satu malam. Keputusan tersebut terbukti tepat, karena waktu tempuh pendakian justru menjadi lebih efisien. Dengan waktu istirahat yang cukup, peserta mampu melakukan perjalanan naik dan turun gunung dengan lebih cepat dan dalam kondisi prima.

‘’Menurut saya untuk pendakian slayer kali ini Alhamdulillah berjalan dengan baik, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya manajemen waktu kami sedikit berbeda, biasanya kami menghabiskan waktu dua hari satu malam. Namun, karena istirahat kami cukup sehingga meskipun harinya lebih lama, tapi waktu yang digunakan untuk naik dan turun gunung lebih cepat dari biasanya’’,  ujar Ika Wijayanti selaku Ketua Umum Mapala AGNY.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian fisik dan mental, tetapi juga menjadi momen sakral yang mempererat solidaritas dan jiwa korsa antaranggota. Dengan semangat kebersamaan, para peserta berhasil menuntaskan pekerjaannya hingga puncak, membawa pulang bukan hanya slayer ungu tetapi juga dengan semangat baru, wawasan serta pengalaman berharga yang tak ternilai.

Reporter : Shelmita Putri Anjani

 

 

 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...