Kamis, 12 Maret 2026

Rumah Tanpa Alamat

 Tatkala menghadapi hiruk pikuk dunia,

dan lelah mengepung langkah yang rapuh.

Namun, seketika keresahan itu reda,

saat kau berikan dekapanmu yang teduh.


Tak ada koordinat dan jalan yang kutuju,

sebab kau hunian yang menyertai tiap langkah.

Tak butuh peta untuk menapaki arah baru,

sebab alamatku terukir di sukmamu dengan indah.


Saat badai datang membawa sembilu,

kau menjelma atap yang memberi rasa aman.

Hanya menatap secercah cahaya di matamu,

sirnalah gelap, terbitlah tenang dan nyaman.


Tak lagi kucari bangunan untuk kutuju,

sebab bersamamu segala gelisah telah reda.

Hanya padamu kusandarkan lara dan pilu,

kaulah rumah terbaik yang takkan pernah pudar rasa.



Karya: Reza Aulia

Minggu, 01 Maret 2026

Selalu Ada Harapan di antara Perbedaan “VERSUS”

 


Ada garis yang memisah, kata “versus” berbisik di udara. 

Namun, di sela-sela jurang itu, matahari merangkai jembatan cahaya.


Perbedaan menari seperti bayang, membawa ragu, membawa tanya.

Namun, selalu ada harapan yang lembut, menyulam kita menjadi satu cerita.


Peluk perbedaan, genggam erat kemungkinan. Di antara “versus” tumbuh pagi baru.


Puisi karya: Rheza Faadhilah

  LPM Super JIMO STIA ‘AAN’ Yogyakarta Dorong Mahasiswa Menulis Kritis dan Berintegritas melalui kegitan (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasa...