Senin, 28 April 2025

Pementasan Pagelaran Budaya Manggarai di Yogyakarta oleh Ikatan Keluarga Besar Manggarai Yogyakarta

 


Yogyakarta - Tari “Wingker Ata Manggarai”: “Simbol Semangat Juang dan Cinta Tanah Leluhur”

Tari “Wingker Ata Manggarai” merupakan sebuah karya seni yang sarat makna dan semangat perjuangan. Tarian ini menggambarkan semangat juang pemuda dan pemudi Manggarai dalam menjaga serta merawat budaya, alam, dan pariwisata tanah leluhur mereka. Terinspirasi dari kisah kepahlawanan Guru Ame Numpung Motang Rua sosok pejuang tangguh yang mempertahankan tanah Manggarai dari ancaman penjajah, tari ini menjadi simbol kebangkitan generasi muda yang  sadar akan pentingnya warisan budaya dan alam sebagai bagian dari identitas mereka.

Gerakan dalam tari ini dibawakan secara energik oleh para penari, mencerminkan semangat dan tekad generasi muda Manggarai. Dengan perpaduan antara gerakan tradisional dan nuansa modern, para penari menampilkan perlawanan terhadap penjajahan dalam bentuk perlindungan terhadap budaya dan  lingkungan. Tarian ini tidak hanya menjadi ekspresi seni, tetapi juga menjadi ajakan untuk bersatu dalam menjaga kekayaan alam serta mengembangkan potensi pariwisata daerah yang berbasis  kearifan lokal.

Formasi lingkaran yang digunakan dalam tarian melambangkan persatuan dan kebersamaan. Para  penari saling terhubung dalam gerak harmonis, menggambarkan tekad kuat untuk menjaga Manggarai Raya sebagai wilayah yang subur, lestari, dan kaya nilai-nilai luhur. Tari “Wingker Ata  Manggarai” merupakan representasi dari semangat muda yang berakar pada sejarah, tetapi tetap berpandangan maju demi kemajuan daerah.

Melalui pertunjukan ini, pesan yang ingin disampaikan ialah pentingnya mencintai dan  melestarikan budaya sendiri. Tari ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sebuah pernyataan identitas, penghormatan kepada leluhur, serta harapan akan masa depan Manggarai yang lebih baik.

Narasumber : Tiktok Ikamaya Official

Reporter: Ade Ningsih S.P. Ngangka


Minggu, 23 Maret 2025

Seminar Mapala "AGNY" Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

 

Yogyakarta – Mapala "AGNY" mengadakan seminar bertajuk “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat” pada 16 Maret 2025 di Omsimas, Karangwaru. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali anggota Mapala "AGNY" dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan sampah secara efektif dan efisien.

Seminar ini menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta diikuti oleh masyarakat Karangwaru dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIA "AAN" Yogyakarta. Pihak STIA "AAN" Yogyakarta turut mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran peserta dari berbagai lapisan masyarakat menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut panitia, seminar ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang metode pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara tepat. “Kami berharap seminar ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yuliwidiastuti, anggota Mapala "AGNY". Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan ini dipersiapkan selama dua minggu sebelum pelaksanaan. Omsimas dipilih sebagai lokasi seminar karena dianggap strategis untuk edukasi lingkungan bagi warga setempat. “Masalah sampah seakan tidak ada habisnya. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya menyadari pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga bersedia mengambil tindakan nyata,” tambahnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Mapala "AGNY" juga berencana berkolaborasi dengan masyarakat dalam aksi bersih sungai. Kegiatan ini menjadi simbol penting bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sekedar teori, tetapi harus diwujudkan dalam aksi langsung. Selain itu, Mapala "AGNY" juga mengajak masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan metode pengelolaan sampah dengan efektif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat juga didorong untuk membangun bank sampah serta mendukung program daur ulang sebagai langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

Seminar ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mahasiswa, dan pemerintah setempat dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan mendatang. Dengan semangat gotong royong, diharapkan pesan dari seminar ini dapat terus bergema dan mendorong masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan. 

Reporter : Aulia Putri & Susilowati


 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...