Sabtu, 04 Oktober 2025

Langkah Bakti, Jejak Abadi: DPM STIA “AAN” Yogyakarta Gelar Bakti Kampus

 


Yogyakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) “AAN” Yogyakarta menggelar kegiatan Bakti Kampus dengan tema “Langkah Bakti, Jejak Abadi”  pada Sabtu, 27 September 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 108 mahasiswa, dosen, serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan penuh antusias.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Bakti Kampus, Ina Auliya, serta dihadiri langsung oleh Ibu R.R. E. Anggraeni Eksi W., S.IP., M.P.A. selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, turut hadir pengurus UKM di antaranya Presiden Mahasiswa BEM, Ketua DPM STIA, Pemimpin Redaksi LPM Super JIMO, dan Ketua Umum Mapala Agny.

Kegiatan diawali dengan sambutan resmi dari Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ketua DPM STIA, dan Ketua Panitia Bakti Kampus. Mereka menyampaikan pentingnya menjaga kampus sebagai rumah bersama dan menekankan bahwa kegiatan seperti ini sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali dalam setiap periode.

Kegiatan kemudian dilanjut dengan penyerahan tanaman secara simbolis kepada pihak kampus sebagai wujud komitmen menjaga lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Setelah itu, dilakukan sesi foto sebagai dokumentasi dan kenangan kolektif.

Selanjutnya, kegiatan kerja bakti membersihkan area kampus mulai dari menyapu, mengepel ruangan, membersihkan kaca, hingga mencabut rumput liar di sekitar lingkungan kampus. Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarmahasiswa dari berbagai UKM.

Untuk menambah semangat, panitia menyelenggarakan sesi ice breaking yang berlangsung meriah dan penuh tawa. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai kenangan bersama.

Dengan mengusung tema “Langkah Bakti, Jejak Abadi”, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta, tanggung jawab, dan kepedulian mahasiswa terhadap almamater. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas UKM, memperkuat solidaritas, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam merawat kampus.

Dalam sambutannya, Ibu R.R. E. Anggraeni Eksi W., S.IP., M.P.A. selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. “Bakti Kampus ini tidak boleh berhenti hanya sekali dalam satu periode. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai tradisi baik yang berkelanjutan, karena langkah bakti yang kita lakukan hari ini akan meninggalkan jejak abadi untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Acara berjalan lancar dan sukses. Lingkungan kampus terlihat lebih bersih, rapi, dan asri dibandingkan dengan sebelumnya. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan ini meninggalkan kesan positif bahwa kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dapat menghadirkan perubahan nyata.

Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan tradisi Bakti Kampus akan terus hidup di STIA “AAN” Yogyakarta, menjadi jejak abadi bagi generasi mahasiswa yang akan datang.

 

Reporter: Ina Auliya

Dokumentasi: Panitia Bakti Kampus 2025

 


Minggu, 28 September 2025

Pesona Kota Maumere dengan Keragaman Budaya dan Pariwisatanya

 


Kamis, 25 September 2025, Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki beragam budaya dan pariwisata yang belum banyak diketahui masyarakat luar. Kota Maumere menyimpan banyak sekali keberagaman budaya dan wisata alamnya yang tak kalah indah. Kota ini merupakan rumah bagi empat suku utama yaitu Kangae, Paga, Nita, dan Sikka yang terbesar. Keempat suku ini memiliki keragaman budaya dalam setiap sukunya masing-masing.

Salah satu tradisi dan keunikan budaya Maumere ialah Tarian Adat Hegong yang sering sekali ditampilkan dalam acara adat, pernikahan, maupun perayaan besar yang ada di Kota Maumere. Adapun lagu kebanggaan masyarakat Maumere salah satunya ialah ”Maumere Manise” yang dibawakan dengan iringan alat musik tradisional seperti Gong Waning dan alat musik lainnya yang memberikan ciri khas tersediri dan menggambarkan identitas budaya setempat.



Selain itu, tenun ikat Maumere yang kaya akan motif dan makna memberikan ciri khas tersendiri.Tenun ikat Maumere memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi Kota Maumere. Wisatawan pun diajak ikut serta melihat proses pembuatan sarung dari awal hingga akhir, ini juga merupakan daya tarik untuk wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu Maumere juga mempunyai minuman lokal khas yang disebut Moke. Moke merupakan salah satu minuman  kebanggaan masyarakat Maumere, Moke terbuat dari hasil fermentasi sari pohon koli yang disuling secara tradisional untuk menghasilkan rasa khas dengan sedikit kandungan alkohol. Moke sering dikonsumsi pada acara adat, upacara tradisional, dan pertemuan komunitas sebagai simbol keramahan dan kebersamaan dalam budaya masyarakat Flores. Minuman ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting, mengikat tali persaudaraan antar warga.

Selain nilai budaya, pembuatan Moke juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal sebagai produk khas yang dapat dikenalkan kepada wisatawan sebagai bagian dari pengalaman budaya otentik Flores. Namun, produksi moke dilakukan secara tradisional dengan skala kecil sehingga mempertahankan cita rasa asli dari minuman ini, Moke ini sering kita jumpai di acara adat maupun acara lainnya.



Dari sisi pariwisata, Maumere banyak sekali menawarkan keindahan yang menarik salah satunya yaitu Pantai Koka yang memiliki hamparan pasir putih dan alam yang asri. Pantai Koka ini terletak di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Pantai Koka memiliki dua teluk kecil yang dipisahkan oleh batu karang yang sangat besar hingga membentuk dua teluk dari kedua sisi, itu yang membuat pantai ini menjadi pantai yang unik dan indah. Hamparan pasir putih yang indah dan angin pantai serta suara deburan ombak yang mendukung suasana pantai yang menambah daya tarik wisatawan.

Tak hanya itu, Pantai Koka  mempunyai daya tarik lain yaitu dengan keberadaan tebing-tebing yang secara alami yang mengelilingi pantai serta bukit hijau dan asri menambah keindahan Pantai Koka itu sendiri. Meski akses menuju pantai harus diperbaiki, namun keindahan yang ditawarkan oleh Pantai Koka dapat menghapus kelelahan dalam perjalanan. Dengan segala pesonanya, pantai ini merupakan salah satu pantai kebanggaan masyarakat Maumere.

 

Reporter: Elisabeth Putri Suleng

 


 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...