Sabtu, 23 Agustus 2025

LPM Super JIMO Gelar Seminar Motivasi: “Berani Bermimpi, Berani Berdampak”

 

Sabtu, 16 Agustus 2025 - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO sukses menyelenggarakan seminar motivasi berjudul “Berani Bermimpi, Berani Berdampak: Mengukir Jejak Melalui Perubahan Nyata”. Acara ini di gelar secara daring melalui platform Google Meet pada pukul 09.00 WIB, dengan menghadirkan Siti Nuraini Wahidatun Nisa sebagai pembicara. Seminar yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh sekitar 66 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, siswa SMA/SMK, dan masyarakat umum. 

Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi serta berkontribusi bagi perubahan sosial. Hal tersebut sejalan dengan visi LPM Super JIMO yang senantiasa berupaya menghadirkan kegiatan edukatif serta motivatif bagi kalangan mahasiswa.

 

Siti Nuraini Wahidatun Nisa, dalam materinya, menggarisbawahi pentingnya smart goals atau mimpi yang terukur. Menurutnya, sebuah mimpi tidak cukup hanya diangan-angan, melainkan harus ditopang oleh perencanaan yang jelas, target yang realistis, serta evaluasi yang berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu akan memudahkan seseorang dalam mewujudkan cita-citanya.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan rasa minder atau rasa rendah diri yang kerap menjadi hambatan anak muda dalam berproses. Ia mengajak peserta untuk tidak terjebak pada perasaan tidak mampu, melainkan berani merangkul keterbatasan yang ada, “Setiap keterbatasan bisa menjadi peluang, asalkan kita mampu mengubah cara pandang dan menjadikannya sebagai kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siti Nuraini menekankan bahwa digitalisasi merupakan masa depan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, penguasaan teknologi digital bukan hanya sebatas kebutuhan akademis, tetapi juga menjadi sarana penting untuk membangun jejaring, menyebarkan gagasan, serta menciptakan dampak yang lebih luas di masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan peluang di dunia digital, baik dalam aspek pendidikan, karier, maupun pengabdian sosial.

Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi mengatasi rasa minder dan cara menyusun smart goals.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk berani bermimpi dan mengambil langkah nyata dalam menciptakan perubahan positif.

Reporter : Vani Yulianti


Rabu, 23 Juli 2025

Rahasia di Balik Daun

Di sudut kebun yang sepi, tumbuhlah sebuah tanaman kacang polong bernama Pilo. Ia tampak biasa saja, dengan sulur-sulur kecil yang merambat mencari tumpuan. Daun-daunnya hijau segar, berkilau diterpa embun pagi. Namun, ada satu rahasia yang tidak pernah diketahui manusia: Pilo bisa mendengar.

Setiap pagi, Pilo mendengar suara embun jatuh dari ujung daun seperti nada-nada lembut dari alat musik alam. Ia menyimak kicauan burung di kejauhan yang saling bersahutan, seolah menyapa dunia dengan riang. Ia juga mendengar derap langkah pemilik kebun yang membawa gembor air, langkah yang selalu diiringi gemerincing kecil suara air di dalamnya. Namun, yang paling Pilo sukai ialah suara gemericik air dari selang yang mengalir ke tanah. Bagi Pilo, suara itu merupakan lagu kehidupan aliran yang memberi kekuatan untuk terus tumbuh.

Suatu siang, Pilo mendengar suara gesekan selang yang diseret. Lalu, air yang biasanya mengalir ke dekat akarnya dipindahkan ke sisi lain kebun. Pilo mendengarkan dengan saksama. Tak ada lagi gemericik air di dekatnya. Tanah di sekitar akarnya mulai terasa kering, gersang. Ia menajamkan pendengarannya lebih jauh. Jauh di ujung kebun, samar-samar ia mendengar suara air menetes. Meski tubuhnya tak bisa bergerak, Pilo memutuskan untuk mencoba. Ia mengirim pesan diam-diam pada akarnya, “Ayo… kita harus menuju ke sana!

Setiap malam, saat kebun sunyi dan hanya ada suara jangkrik, Pilo mendorong ujung akarnya sedikit lebih dalam, sedikit lebih jauh. Tanpa suara, tanpa hentakan, hanya gerakan lembut seperti bisikan tanah. Akarnya menjelajah, mencari-cari celah lembap yang memberi harapan.

Namun hari-hari berikutnya membawa tantangan. Angin kering berhembus, daun-daun di kebun mulai merunduk kelelahan. Musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya. Embun pagi yang dulu sering ia dengar kini jarang muncul. Suara gemericik air pun makin jauh. Tanah di sekitar Pilo mulai retak-retak.

“Pilo…” bisik suara lemah dari rumput liar di dekatnya, “Kau juga kehausan?”

Pilo berusaha tersenyum lewat getaran kecil di daunnya. “Iya… tapi aku harus tetap mencari air. Kita tidak boleh menyerah.”

Rumput itu diam sejenak, lalu berkata, “Kalau kau menemukannya… bagikan sedikit untukku, ya?”

“Tentu” jawab Pilo lembut. Dalam hatinya, ia tahu waktu mereka tak banyak. Akarnya harus menemukan air sebelum semuanya terlambat.

Malam demi malam, Pilo terus merangkak di bawah tanah. Setiap kali ia mendengar suara air, ia menguatkan dirinya untuk merambat lebih jauh. Terkadang ia mendengar batu-batu kecil yang bergeser, atau cacing tanah yang bergumam pelan saat dilewati akarnya. “Pergilah, Pilo… semoga kau berhasil,” ucap salah satu cacing, seolah mengerti perjuangannya.

Hingga suatu pagi, setelah perjalanan panjang di bawah tanah yang kian gersang, ujung akarnya akhirnya menyentuh kelembapan. Air! Ia menyerap tetesan itu dengan penuh syukur. Energi segar merambat ke batangnya, mengaliri daun-daun yang mulai layu.

Di atas tanah, pemilik kebun datang dengan wajah heran. Ia melihat tanaman kacang polongnya menjalar menjauhi tiang penyangga, sulur-sulurnya meluncur ke arah tanah di mana selang air terletak. Pemilik kebun berjongkok, mengamati dengan saksama. “Aneh sekali… seakan kau bisa mendengar air, ya?” gumamnya sambil tersenyum.

Pilo diam saja. Ia tidak bisa menjawab dengan kata-kata. Tapi daun-daunnya bergetar pelan tertiup angin pagi, seolah-olah tertawa kecil. Lalu diam-diam, ia mengirimkan air ke rumput kecil di dekatnya, menepati janji yang pernah ia ucapkan.

Di sudut kebun itu, rahasia Pilo tersimpan rapi, sebuah rahasia tentang keberanian, kesabaran, dan kemampuan mendengarkan dunia yang tak pernah diam.

(By: Alfina Dwi Aulia Latifa)

 

 

 

 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...