Jumat, 02 Mei 2025

Mapala AGNY STIA “AAN” Yogyakarta Gelar Aksi Bersih- Bersih di Gunung Andong Via Jalur Sawit

 


Yogyakarta, 29 April 2025 — Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian alam, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) AGNY dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) “AAN” Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Gunung Andong melalui jalur pendakian Sawit, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Gunung Andong menjadi salah satu gunung favorit para pendaki, terutama pemula, karena memiliki jalur yang relatif pendek dan pemandangan yang indah. Namun, popularitas ini juga menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Sampah seperti plastik, botol minum, dan sisa makanan sering ditemukan di sepanjang jalur pendakian maupun area puncak. Hal ini mendorong Mapala AGNY untuk mengadakan aksi bersih-bersih sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian alam.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2025 dan diikuti oleh 20 peserta, termasuk anggota aktif Mapala AGNY dan juga mahasiswa dari luar kampus yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari, ketika para peserta menelusuri jalur pendakian dari puncak hingga basecamp sambil memungut sampah yang berserakan. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan ke dalam kantong sampah yang disediakan, kemudian dibawa turun untuk dibuang secara bertanggung jawab di tempat pembuangan akhir.

Selain kegiatan bersih-bersih, para peserta juga melakukan sosialisasi singkat kepada para pendaki lain yang mereka temui di jalur. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di alam. Peserta mengajak para pendaki untuk membawa turun kembali sampah mereka, serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Lia, salah satu mahasiswa STIA “AAN” Yogyakarta yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan antusiasme dan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari aksi ini. “Saya sangat senang bisa berpartisipasi. Kegiatan ini menambah pengalaman saya dan menyadarkan saya bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Mapala AGNY tidak hanya menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi bahwa mencintai alam berarti ikut melestarikannya untuk generasi mendatang.

 

Reporter : Elisabeth Kansia Nona Isna


Senin, 28 April 2025

Pementasan Pagelaran Budaya Manggarai di Yogyakarta oleh Ikatan Keluarga Besar Manggarai Yogyakarta

 


Yogyakarta - Tari “Wingker Ata Manggarai”: “Simbol Semangat Juang dan Cinta Tanah Leluhur”

Tari “Wingker Ata Manggarai” merupakan sebuah karya seni yang sarat makna dan semangat perjuangan. Tarian ini menggambarkan semangat juang pemuda dan pemudi Manggarai dalam menjaga serta merawat budaya, alam, dan pariwisata tanah leluhur mereka. Terinspirasi dari kisah kepahlawanan Guru Ame Numpung Motang Rua sosok pejuang tangguh yang mempertahankan tanah Manggarai dari ancaman penjajah, tari ini menjadi simbol kebangkitan generasi muda yang  sadar akan pentingnya warisan budaya dan alam sebagai bagian dari identitas mereka.

Gerakan dalam tari ini dibawakan secara energik oleh para penari, mencerminkan semangat dan tekad generasi muda Manggarai. Dengan perpaduan antara gerakan tradisional dan nuansa modern, para penari menampilkan perlawanan terhadap penjajahan dalam bentuk perlindungan terhadap budaya dan  lingkungan. Tarian ini tidak hanya menjadi ekspresi seni, tetapi juga menjadi ajakan untuk bersatu dalam menjaga kekayaan alam serta mengembangkan potensi pariwisata daerah yang berbasis  kearifan lokal.

Formasi lingkaran yang digunakan dalam tarian melambangkan persatuan dan kebersamaan. Para  penari saling terhubung dalam gerak harmonis, menggambarkan tekad kuat untuk menjaga Manggarai Raya sebagai wilayah yang subur, lestari, dan kaya nilai-nilai luhur. Tari “Wingker Ata  Manggarai” merupakan representasi dari semangat muda yang berakar pada sejarah, tetapi tetap berpandangan maju demi kemajuan daerah.

Melalui pertunjukan ini, pesan yang ingin disampaikan ialah pentingnya mencintai dan  melestarikan budaya sendiri. Tari ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sebuah pernyataan identitas, penghormatan kepada leluhur, serta harapan akan masa depan Manggarai yang lebih baik.

Narasumber : Tiktok Ikamaya Official

Reporter: Ade Ningsih S.P. Ngangka


 Puisi Ada hari-hari yang tidak meminta dimengerti, hanya ingin dilewati tanpa kesimpulan. Aku belajar menghormatinya. Aku pernah per...