Minggu, 01 Maret 2026

Selalu Ada Harapan di antara Perbedaan “VERSUS”

 


Ada garis yang memisah, kata “versus” berbisik di udara. 

Namun, di sela-sela jurang itu, matahari merangkai jembatan cahaya.


Perbedaan menari seperti bayang, membawa ragu, membawa tanya.

Namun, selalu ada harapan yang lembut, menyulam kita menjadi satu cerita.


Peluk perbedaan, genggam erat kemungkinan. Di antara “versus” tumbuh pagi baru.


Puisi karya: Rheza Faadhilah

Tiga Petani Lansia di Seyegan, Sleman, Tersambar Petir, Dua Meninggal Dunia

 

[Ilustrasi] Petani yang berteduh di gubuk saat hujan lebat berisiko tersambar petir. (Sumber: Gemini)

Sleman, 9 Februari 2026—Peristiwa tragis menimpa tiga petani lansia di kawasan persawahan Bulak Barak, Kalurahan Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin siang. Ketiga warga tersebut tersambar petir ketika sedang mencari tempat berteduh di sebuah gubuk kecil saat hujan deras melanda wilayah setempat. Insiden terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat hujan deras disertai kilat dan petir.


Ketiga petani yang sedang menanam padi di sawah bergegas menuju gubuk sederhana di tengah lahan persawahan untuk berlindung dari hujan. Tidak lama kemudian, sambaran petir menyambar kawasan sekitar gubuk dan mengenai ketiganya sehingga mereka terjatuh dalam bangunan tersebut. Dua dari tiga korban yang tersambar petir, yakni Wakinah (63) dan Samiyah (64), dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke Rumah Sakit At-Taurot, Kecamatan Seyegan. Sementara itu, satu korban lainnya, Sarinten (72), selamat meskipun mengalami trauma dan syok akibat kejadian tersebut. Korban yang selamat sempat meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.


Petugas gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, serta relawan setempat segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat guna memastikan korban mendapatkan penanganan yang tepat serta mengamankan lokasi kejadian. Aparat juga melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi peristiwa.Kasi Humas Polresta Sleman menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas di ruang terbuka, seperti persawahan dan ladang memiliki risiko tinggi ketika hujan disertai petir melanda. Masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat yang lebih aman dan kokoh apabila cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda buruk.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi prakiraan cuaca serta mengutamakan keselamatan diri dalam setiap kegiatan. Peristiwa ini menambah daftar kejadian akibat cuaca ekstrem di wilayah Sleman pada musim hujan tahun ini. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari serta mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi.

Sumber berita: Detikcom dan Republika.

Reporter: Nabila Livia Putri 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIA “AAN” Yogyakarta Melaksanakan Srawung dan Makrab di Hari Libur Kuliah.

 

Sumber foto: BEM STIA “AAN” Yogyakarta

Yogyakarta, Februari 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi “AAN” Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan srawung dan makrab yang bertempat di Hotel Kana, Kaliurang. Acara yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Solidaritas untuk Organisasi yang Progresif” ini dilaksanakan pada tanggal 14–15 Februari 2026. Tema tersebut menggambarkan upaya BEM STIA “AAN” Yogyakarta dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung antaranggota. 


Ketua Panitia sekaligus Presiden Mahasiswa BEM STIA “AAN” Yogyakarta, Ilham Ramadhan, menjelaskan bahwa srawung dan makrab ini bukan program kerja BEM, melainkan kegiatan rutin BEM setiap tahun. “Ini bukan sekadar kegiatan keakraban saja, tetapi kegiatan ini menjadi ruang untuk saling kenal satu sama lain, paham dengan kementerian masing-masing, dan kegiatan untuk semua anggota menjalin kebersamaan,” ungkapnya. Agar acara dapat berlangsung dengan baik, panitia melakukan persiapan secara intensif. Untuk memastikan acara berjalan lancar, panitia melakukan persiapan intensif selama satu bulan. “Untuk persiapan acara ini kita mulai dari jauh-jauh hari, dimulai sejak satu bulan sebelum hari H,” ujar Ilham. 


Acara tersebut dihadiri oleh Ketua STIA “AAN” Yogyakarta, Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan, alumni BEM, dan seluruh anggota BEM muda. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan oleh Ketua STIA “AAN” Yogyakarta, selanjutnya ada materi mengenai komitmen dan tanggung jawab dalam organisasi, presentasi tiap kementerian, sosialisasi AD/ART sekaligus pelantikan anggota muda, senam, game, nonton bersama, dan sharing session. Sebagai ketua panitia, Ilham mengaku puas meski lelah, “Walaupun capek tetapi acaranya terasa seru dan bagus. Semoga kegiatan ini di tahun selanjutnya bisa lebih baik dari tahun ini dan lebih seru lagi” tuturnya. 


Salah satu anggota baru BEM STIA “AAN” Yogyakarta, Samuel Agustian Siagian, turut membagikan kesannya selama mengikuti acara srawung dan makrab. “Awalnya saya merasa kurang beradaptasi, namun seiring berjalannya acara saya merasa diterima dan lebih nyaman berada di lingkungan BEM. Terdapat momen pengukuhan anggota dari situ, saya merasa dipercaya dan ada tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus berkembang. “Saya berharap nilai kebersamaan dan semangat yang terbentuk selama srawung dan makrab ini tidak berhenti di acara ini saja, tetapi terus diterapkan untuk kegiatan BEM ke depan, sehingga BEM bisa berjalan lebih solid, harmonis, dan produktif.”


Ilham juga menyampaikan harapannya agar acara ini berjalan sesuai dengan harapan. “Semoga dengan kegiatan ini seluruh anggota BEM saling kenal satu sama lain dan paham bagaimana program kerja yang ada di setiap kementerian,” katanya. Acara srawung dan makrab ini menjadi bukti bahwa kebersamaan itu merupakan kunci dari lahirnya solidaritas.


Reporter: Amanda

Selalu Ada Harapan di antara Perbedaan “VERSUS”

  Ada garis yang memisah, kata “versus” berbisik di udara.  Namun, di sela-sela jurang itu, matahari merangkai jembatan cahaya. Perbedaan me...