Sumber: Youtube STIA AAN Yogyakarta
Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) “AAN” Yogyakarta di bawah naungan Yayasan Notokusumo kembali menggelar Wisuda Program Sarjana dan Diploma Administrasi Publik Tahun Akademik 2024/2025. Acara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel The Rich, Yogyakarta, pada Kamis (23/10/2025).
Acara wisuda ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, jajaran pembina dan pengurus Yayasan Notokusumo, Ketua STIA “AAN”, para dosen, staf akademik, alumni, orang tua, serta tamu undangan. Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai prosesi wisuda yang menjadi momen puncak perjalanan akademik para lulusan.
Dalam laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik STIA “AAN” Yogyakarta, disebutkan bahwa jumlah lulusan tahun ini mencapai 119 orang, terdiri atas 87 lulusan Program Sarjana Administrasi Publik dan 32 lulusan Program Diploma Administrasi Publik.
Pada wisuda kali ini, lulusan terbaik Program Sarjana Administrasi Publik diraih oleh Saudari Raffinati, S.A.P., asal Tuban, Jawa Timur, dengan IPK 3,94. Sementara itu, lulusan terbaik Program Diploma Administrasi Publik diraih oleh Saudara Alvito Dwi Aji Prasetyo, A.Md. A.P., asal Bantul, Yogyakarta, dengan IPK 3,90. Keduanya menerima penghargaan langsung dari pihak kampus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang gemilang.
Dalam sambutannya, Ketua STIA “AAN” Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya dengan baik. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari keluarga dan para dosen.
Ketua STIA juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri di tengah tantangan era digital. “Kuasai teknologi, asah kemampuan kepemimpinan, dan jaga integritas. Ketiga hal ini menjadi kunci bagi Ananda semua untuk sukses dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Beliau menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada orang tua, dosen, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidikan hingga wisuda ini dapat terselenggara dengan baik.
Salah satu momen paling berkesan dalam acara Wisuda STIA “AAN” Yogyakarta tahun ini adalah sambutan dari wisudawati berprestasi sekaligus perwakilan mahasiswa, Raffinati, S.A.P., yang berhasil memukau seluruh hadirin melalui pidato penuh haru dan makna. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ucapan terima kasih kepada para dosen, staf, dan orang tua yang telah menjadi sumber kekuatan selama masa studi.
Raffinati menggambarkan perjuangan orang tua dengan kata-kata yang menyentuh, “Jika kehidupan adalah sebuah buku, maka setiap halamannya ditulis oleh doa ibu dan setiap cetakannya berasal dari keringat seorang ayah.” Ia menegaskan bahwa toga yang dikenakan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan tanda cinta dan pengorbanan yang tidak ternilai.
Menutup pidatonya, Raffinati mengajak rekan-rekannya untuk tidak berhenti belajar dan terus beradaptasi di tengah perubahan zaman. Ia menekankan bahwa menjadi sarjana bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat. “Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang mau tumbuh,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pesan inspiratif, “Lilin kecil tetap mampu memberi cahaya bagi lilin lainnya. Mencari ilmu tidak harus di ruang kelas, karena kehidupan pun adalah guru yang tak pernah berhenti mengajar.” Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Dengan terselenggaranya Wisuda Ke-21 Program Sarjana dan Wisuda Ke-42 Program Diploma, STIA “AAN” Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang konsisten mencetak lulusan berkualitas, beretika, serta siap bersaing di dunia kerja.
Semoga seluruh lulusan STIA “AAN” Yogyakarta dapat terus berkarya, berkontribusi, dan menjadi kebanggaan bagi keluarga, almamater, serta bangsa Indonesia.
Reporter: Novita Fitriani