Minggu, 31 Agustus 2025

Warga Padukuhan Pete Antusias Ikuti Senam, Jalan Sehat, dan Karnaval Kostum

 

Minggu, 24 Agustus 2025 — Karang Taruna Generasi Muda Pete, sukses menyelenggarakan kegiatan senam, jalan sehat, dan karnaval kostum yang melibatkan seluruh warga Padukuhan Pete. Acara meriah ini dipusatkan di depan halaman rumah Bapak Djalmo Susilo, sekaligus menjadi momentum kebersamaan yang dinantikan oleh warga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Suasana pagi semakin semarak dengan alunan musik senam yang membangkitkan semangat. Setelah senam, acara dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bapak Lurah dan Dukuh Pete sebagai tanda resmi dimulainya karnaval jalan sehat.

Jalan sehat ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus kekompakan warga. Setiap Rukun Tetangga (RT) tampil dengan kostum dan seragam unik, menambah warna dan daya tarik tersendiri bagi acara. Masyarakat terlihat antusias dan bersemangat mengikuti rute jalan sehat yang telah ditentukan panitia.

Acara bertambah meriah karena di tengah perjalanan peserta bertemu dengan rombongan dari dusun lain yang juga sedang mengadakan karnaval jalan sehat. Pertemuan tak terduga ini menambah semarak suasana. Kedua rombongan saling menyapa, berfoto, dan menciptakan momen kebersamaan yang jarang terjadi.

Usai jalan sehat, panitia membagikan doorprize dengan berbagai macam hadiah menarik. Hadiah utama yang menjadi incaran warga yaitu sebuah kursi lincak yang menambah antusiasme peserta. Sorak gembira pun terdengar setiap kali nomor undian diumumkan.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi puncak acara pembagian hadiah perlombaan yang sebelumnya telah digelar. Berbagai lomba yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak mendapat perhatian dan partisipasi besar dari warga.

Sebagai penutup, acara semakin semarak dengan hiburan orgen tunggal yang menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan. Warga menikmati lantunan musik sambil bercengkerama, menjadikan kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga dan kompetisi, tetapi juga sarana hiburan bersama

Generasi Muda Pete (GMP) melalui kegiatan ini berhasil menciptakan ruang kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi antar warga. Semangat gotong royong dan kekompakan warga Padukuhan Pete menjadi bukti nyata bahwa kegiatan semacam ini mampu memperkuat rasa persaudaraan.

 

Reporter : Vani Yulianti

 

 


Gelar Demonstrasi di Polda DIY, Tuntut Reformasi dan Akhiri Kekerasan.


Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Aliansi Jogja Memanggil, yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat Yogyakarta kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Polda DIY sore hari ini. Aksi ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi bersama sejumlah elemen di kota pelajar tersebut yang menghasilkan enam tuntutan utama kepada aparat kepolisian dan pemerintah.

Humas Aliansi Jogja Memanggil, Bung Koes, menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut keadilan atas berbagai kasus kekerasan dan ketidakadilan yang selama ini belum tuntas. "Kami menuntut pengusutan tuntas terhadap kasus meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, tragedi Kanjuruhan Malang, dan kasus Gamma," ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya reformasi total Kepolisian Indonesia, termasuk pencopotan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Selain reformasi institusi Polri, massa juga menuntut pemerintah menerapkan pajak progresif kepada orang kaya serta membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dirasakan menyengsarakan rakyat. "Kenaikan PBB hari ini menyulitkan rakyat, seperti yang terjadi di Pati, masyarakat resah karena beban pajak meningkat," kata Bung Koes.

Tak hanya itu, mereka juga meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyesuaian anggaran yang lebih mengutamakan sektor pendidikan dan mengurangi dana pertahanan dan keamanan. "Kami juga menuntut penghentian kebijakan absolutisme dalam struktur pemerintahan serta militerisasi ruang sipil," tambahnya.

Dalam tuntutannya yang terakhir, massa mendesak penurunan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, Anggota Kabinet Merah Putih, dan DPR, serta mengesahkan RUU perampasan aset dan pemberantasan korupsi yang melibatkan keluarga koruptor.

Aksi di Yogyakarta ini juga diwarnai ketegangan saat sejumlah pengguna jalan yang melintas di perempatan Condongcatur, Sleman, mencoba merekam aksi demonstrasi. Para demonstran secara tegas melarang rekaman tersebut demi menjaga ketertiban dan fokus aksi.

Kendati diguyur hujan deras, massa tetap bertahan dan melakukan long march serta penghadangan di depan Polda DIY. Mereka menuntut keadilan bagi driver ojol, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Mereka menilai kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku harus bertanggung jawab.

Koes menambahkan bahwa aksi hari ini merupakan bagian dari seruan aksi nasional yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada hari Senin mendatang. "Kami menyerukan kepada seluruh wilayah di Indonesia untuk melakukan aksi serentak di sekitar Malioboro dan wilayah lainnya," ujarnya.

Aksi ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada aparat dan pemerintah agar tidak mengabaikan suara rakyat yang menuntut keadilan, reformasi, dan perubahan nyata demi terciptanya masa depan bangsa yang lebih baik.

 

Reporter: Rokhim




 

Sabtu, 23 Agustus 2025

LPM Super JIMO Gelar Seminar Motivasi: “Berani Bermimpi, Berani Berdampak”

 

Sabtu, 16 Agustus 2025 - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO sukses menyelenggarakan seminar motivasi berjudul “Berani Bermimpi, Berani Berdampak: Mengukir Jejak Melalui Perubahan Nyata”. Acara ini di gelar secara daring melalui platform Google Meet pada pukul 09.00 WIB, dengan menghadirkan Siti Nuraini Wahidatun Nisa sebagai pembicara. Seminar yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh sekitar 66 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, siswa SMA/SMK, dan masyarakat umum. 

Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi serta berkontribusi bagi perubahan sosial. Hal tersebut sejalan dengan visi LPM Super JIMO yang senantiasa berupaya menghadirkan kegiatan edukatif serta motivatif bagi kalangan mahasiswa.

 

Siti Nuraini Wahidatun Nisa, dalam materinya, menggarisbawahi pentingnya smart goals atau mimpi yang terukur. Menurutnya, sebuah mimpi tidak cukup hanya diangan-angan, melainkan harus ditopang oleh perencanaan yang jelas, target yang realistis, serta evaluasi yang berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu akan memudahkan seseorang dalam mewujudkan cita-citanya.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan rasa minder atau rasa rendah diri yang kerap menjadi hambatan anak muda dalam berproses. Ia mengajak peserta untuk tidak terjebak pada perasaan tidak mampu, melainkan berani merangkul keterbatasan yang ada, “Setiap keterbatasan bisa menjadi peluang, asalkan kita mampu mengubah cara pandang dan menjadikannya sebagai kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siti Nuraini menekankan bahwa digitalisasi merupakan masa depan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, penguasaan teknologi digital bukan hanya sebatas kebutuhan akademis, tetapi juga menjadi sarana penting untuk membangun jejaring, menyebarkan gagasan, serta menciptakan dampak yang lebih luas di masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan peluang di dunia digital, baik dalam aspek pendidikan, karier, maupun pengabdian sosial.

Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi mengatasi rasa minder dan cara menyusun smart goals.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk berani bermimpi dan mengambil langkah nyata dalam menciptakan perubahan positif.

Reporter : Vani Yulianti


Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...