Jumat, 30 Mei 2025

Pasar Kangen UNY 61: Merajut Kenangan, Merayakan Kebersamaan

 


Yogyakarta, 24 Mei 2025 – Pasar Kangen UNY kembali hadir tahun ini dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke-61. Pasar ini berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya. Pada tahun ini Pasar Kangen diadakan pada tanggal 17 hingga 22 Mei 2025. Acara ini merupakan agenda tahunan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis UNY.

Kegiatan yang ada di Pasar Kangen ini menawarkan berbagai jenis kuliner tradisional maupun berbagai kegiatan pendukung untuk memeriahkan acara. Pasar Kangen tahun ini mengusung tema “Sinergi Inovasi Menggapai Prestasi” dengan nuansa nostalgia. Acara ini tidak hanya ditujukan bagi Civitas Akademika UNY, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, khususnya warga sekitar kampus.

Kegiatan Pasar Kangen ini menjadi wadah bagi UMKM serta mempererat hubungan antara universitas dengan masyarakat. Selain jajanan tradisional dan berbagai macam kegiatan lainnya, pengunjung juga dapat menikmati hiburan dari Orkes Magelang, yaitu OM Janema pada hari terakhir Kamis, 22 Mei 2025 pukul 19.00 WIB. 

Setiap tahunnya, Pasar Kangen UNY selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung di Yogyakarta, bahkan wisatawan mancanegara turut hadir. Masyarakat sekitar turut memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap penyelenggaraan Pasar Kangen ini karena dipandang mampu melestarikan kuliner tradisional, memperkuat rasa kekeluargaan, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi masyarakat dari luar daerah, serta dengan adanya pasar ini dapat mempererat silaturahmi antar sesama manusia. 

Dengan menawarkan berbagai macam kuliner dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada di pasar tersebut, Pasar Kangen UNY 2025 diharapkan dapat terus menjadi acara tahunan yang semakin meriah untuk tahun-tahun ke depan. Acara ini bukan sekadar pasar jajanan, tetapi juga mengajarkan kita akan makna keberagaman, berbagi, edukasi budaya bagi semua kalangan, dan menjadi kehangatan kebersamaan. 


Reporter: Amanda Rahmawati 


Minggu, 25 Mei 2025

LPM Super JIMO STIA “AAN” Yogyakarta Gelar Kunjungan Redaksi di Tiga Lokasi Berbeda dan Presentasi Hasil Kunjungan

 


Yogyakarta, 21 Mei 2025 – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO STIA “AAN” Yogyakarta telah sukses melakukan program kerja Kunjungan Redaksi pada Rabu, 21 Mei 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Mendengar Denyut Kota: Liputan Mendalam dari Sudut Pandang Masyarakat Lokal” ini dibagi menjadi dua hari, yaitu hari pertama pada Selasa, 13 Mei 2025 dan hari kedua pada Rabu, 21 Mei 2025.

Di hari pertama, seluruh anggota LPM Super JIMO melakukan Kunjungan Redaksi dengan pelaksanaan turun lapangan selayaknya seorang reporter. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga kelompok dengan tiga titik lokasi yang berbeda setiap kelompoknya, tiga tempat tersebut yaitu Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, dan Parkiran Abu Bakar Ali. Pada hari kedua, LPM Super JIMO melakukan presentasi hasil Kunjungan Redaksi yang sudah dilakukan pada hari pertama.

Presentasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari setiap UKM yaitu DPM, BEM, dan Mapala “AGNY”, tidak ketinggalan mengundang Dewan Penasihat LPM Super JIMO, Nita Dwi Alfiana dan Putri Wening, serta mengundang dosen untuk melihat hasil presentasi tersebut.

Ketua STIA “AAN” Yogyakarta Bapak Happy Susanto, S.Sos., M.A., MPA. mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi yang sebesar-besarnya hasil presentasi Kunjungan Redaksi dari  LPM ini, karena kegiatan ini dilakukan tidak hanya sebagai evaluasi tetapi juga sebagai wadah untuk berlatih berkomunikasi. Semoga teman-teman ke depannya bisa lebih berkembang lagi dan bisa mencari tempat di luar Yogyakarta untuk wawancaranya”.

Kunjungan redaksi kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana tahun sebelumnya hanya mengunjungi instansi-instansi, sedangkan pada tahun ini Kunjungan Redaksi dilakukan dengan turun langsung lapangan secara langsung agar melatih softskill komunikasi anggota LPM Super JIMO serta dapat memperkenalkan tempat-tempat yang mungkin belum banyak diketahui orang, atau mengangkat isu-isu yang terjadi pada lokasi tersebut.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya presentasi hasil Kunjungan Redaksi. Sesi tanya jawab maupun memberi saran, masukan, kritikan berlangsung interaktif dari dosen, para perwakilan UKM, dan peserta.

Ketua panitia Kunjungan Redaksi, Naila Nur Arifah, menyampaikan pesan dan kesannya, “Kunjungan Redaksi ini kegiatan yang bertujuan untuk menggali informasi, mengembangkan kemampuan sebagai seorang jurnalis, serta meningkatkan keterampilan dalam bidang komunikasi. Dalam kegiatan ini, kita melakukan wawancara langsung dengan narasumber dari berbagai latar belakang sebagai bentuk laporan atas hasil kegiatan”

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan karya, tetapi juga sebagai wadah evaluasi, refleksi, dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas jurnalistik ke depannya. Semoga kegiatan ini terus diadakan agar teman-teman bisa mengembangkan potensi, khususnya sebagai seorang reporter”, ujar Naila Nur Arifah.

Acara Kunjungan Redaksi ini merupakan salah satu program kerja rutin LPM Super JIMO dalam rangka penerapan dari program kerja sebelumnya, yaitu PJTL. Diharapkan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan di masa mendatang dengan nuansa yang berbeda atau dengan meneruskan pengembangan kegiatan ini dengan tema-tema yang relevan dengan isu-isu yang ada maupun tempat-tempat yang menjadi perbincangan publik atau belum dikenal oleh masyarakat luas.

 

Reporter: Amanda Rahmawati


Aksara Rindu

Oleh : Amanda Rahmawati 

Masih begitu lekat dalam sebuah ingatan.

Bibirku bungkam, membisu, menelisik,

makna hidup yang berliku.

Di hatiku tersimpan rindu saat angin berbisik

 

Dengan wajah kaku menyisakan pilu,

tiap sajak yang kau ramu,

menarikku ke titik temu,

berharap malam membawamu ke dalam mimpiku.

 

Rindu yang kian membeku, membelenggu,

bagaikan diterjang dinginnya salju.

Rindu yang bergemuruh, menyelimuti kalbu,

kaulah musim semi yang membuatku rindu.

 

Minggu, 04 Mei 2025

PJTL LPM Super JIMO STIA “AAN” Yogyakarta Sukses Digelar, Hadirkan Ketua AJI Yogyakarta sebagai Pemateri

 

Yogyakarta, 3 Mei 2025 - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO STIA “AAN” Yogyakarta sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) pada Sabtu, 3 Mei 2025. Acara yang mengusung tema “Menulis yang Tajam, Bicara yang Meyakinkan” ini bertempat di kampus STIA “AAN” Yogyakarta dan diikuti oleh seluruh anggota LPM Super JIMO.

PJTL kali ini menghadirkan pemateri yang kompeten di bidang jurnalistik, yaitu Januardi Husin, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta. Kehadiran sosok berpengalaman ini memberikan wawasan mendalam tentang jurnalistik berintegritas yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam sesinya, Januardi Husin menekankan pentingnya ketajaman dalam menulis berita agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan berdampak. Beliau juga memberikan  tips dan trik bagaimana membangun narasi yang kuat dan argumentatif, sehingga mampu meyakinkan audiens melalui karya jurnalistik.

"Menulis yang tajam bukan berarti mencari sensasi, melainkan menyampaikan fakta dengan akurat dan bahasa yang lugas," ujar Januardi. "Begitu pula dengan berbicara, seorang jurnalis harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas, terstruktur, dan didukung oleh data yang valid."

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai berbagai isu aktual dalam dunia jurnalistik, termasuk tantangan disinformasi dan etika peliputan.

Ketua Panitia PJTL, Umi Ida Jauhariyah, menyampaikan pesan dan kesannya, “Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan PJTL ini. Banyak hal baru yang saya pelajari, mulai dari kerja sama tim, manajemen waktu, sampai cara menghadapi tantangan, serta menambah wawasan mengenai dunia jurnalistik.”

“Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar teman-teman bisa mengembangkan potensi, khususnya di dunia jurnalistik. Tetap semangat menulis, karena dengan membaca kita mengenal dunia, dan dengan menulis, dunia mengenal kita,” ujar Umi Ida Jauhariyah.

Acara PJTL ini merupakan salah satu program rutin LPM Super JIMO dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa di bidang jurnalistik. Diharapkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di masa mendatang dengan menghadirkan narasumber dan tema yang relevan dengan perkembangan dunia media.


Reporter

Meyfia Ardina Pahlevi


Jumat, 02 Mei 2025

Senyap di Tengah Keramaian

 Layar ponsel berpijar di tengah kegelapan kamar, menampilkan deretan wajah-wajah yang tersenyum lebar, berlatar belakang pesta yang meriah. "Pasti seru banget," gumam Riska, jari-jari lentiknya menelusuri reels Instagram. Foto dan video itu seakan mengejek kesunyian yang mencengkeram hatinya.

Riska, gadis Gen Z berusia 19 tahun, merasa asing di tengah hiruk-pikuk dunia maya. Di media sosial, hidupnya terlihat sempurna. Riska gemar mengunggah foto-foto dengan caption yang memperlihatkan kehidupan yang ceria dan menarik. Namun, di balik layar, Riska merasa sunyi dan hampa. Riska merasa kesepian di kampus. Ia memiliki banyak teman, tapi  hanya di dunia maya.

Saat berkumpul bersama, mereka lebih sibuk menatap ponsel, mengunggah cerita di  Instagram, atau mencari Wi-Fi yang kuat. Percakapan mereka pun terbatas pada komentar singkat tentang foto yang diunggah. Riska mencoba mencari kehangatan di dunia nyata. Dia ikut klub literasi, bergabung dengan komunitas pecinta film, bahkan mencoba menjalin  hubungan dekat dengan teman sekelasnya.

Namun, ketakutan menyergap ketika dia mulai membuka hati. "Nanti kalau aku dekat sama dia, dia akan ngeliat aku yang asli, yang sering merasa kesepian, yang takut mengungkapkan perasaan." Riska menunduk, menutup wajah dengan telapak tangan. Riska merasa terjebak dalam lingkaran kesepian yang membingungkan. Dunia maya memikat dengan kesan kehangatan dan kedekatan, namun menjauhkan dia dari hubungan yang sesungguhnya.

Suatu malam Riska mencoba menulis sebuah cerita tentang perasaan kesepian yang menyerangnya. Dia menulis tentang kerinduan will have deep conversations yang menyenangkan, tentang keinginan untuk berbagi perasaan dengan seseorang yang benar-benar mendengarkan. Riska mengunggah ceritanya di akun media sosial pribadinya. Dia tak mengharapkan respons apapun, hanya ingin mengeluarkan perasaan yang menumpuk dalam hatinya. Beberapa hari kemudian, Riska terkejut ketika mendapat pesan dari seseorang yang mengatakan merasa terhubung dengan ceritanya. Mereka bertukar pesan, berbagi perasaan, dan pengalaman, hingga terjalin pertemanan yang hangat.

Perlahan, Riska mulai merasa tak lagi kesepian. Ia mendapatkan teman baru yang mengerti perasaan dan kegelisahannya. Riska mulai mencintai dirinya sendiri, menerima kelemahan dan kekuatannya. Riska mulai menata kembali hubungannya dengan dunia maya. Dia tetap menikmati media sosial, tapi tak lagi terpaku padanya. Riska mencari kebahagiaan dalam hubungan nyata, dalam percakapan yang mendalam, dalam kehangatan persahabatan yang asli.

Riska menyadari bahwa kebahagiaan tak berada di balik layar, melainkan di dalam hubungan yang tulus dan bermakna.


Dibuat Oleh : Elisabeth Kansia Nona Isna dan Ade Ningsih S.P. Ngangka

Aku yang berharga

 Kenapa aku menyembunyikan diriku?

Yang berharga, yang bersinar dari dalam.

Apa sebenarnya yang kutakutkan,

hingga harus menutup cahaya jiwaku sendiri?

Akulah satu-satunya yang wajib kucintai.

Di dunia yang kadang lupa akan makna diri,

kini aku sadar,

tak ada  lagi alasan untuk bersembunyi.

Aku mencintai diriku sendiri,

dengan segala tawa, luka, dan ketidaksempurnaan.

Jiwaku berharga.

Dan akulah yang harus aku cintai,

sepenuh hati, sepenuh hidupku.


Dibuat Oleh : Ade Ningsih S.P. Ngangka

Mapala AGNY STIA “AAN” Yogyakarta Gelar Aksi Bersih- Bersih di Gunung Andong Via Jalur Sawit

 


Yogyakarta, 29 April 2025 — Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian alam, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) AGNY dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) “AAN” Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Gunung Andong melalui jalur pendakian Sawit, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Gunung Andong menjadi salah satu gunung favorit para pendaki, terutama pemula, karena memiliki jalur yang relatif pendek dan pemandangan yang indah. Namun, popularitas ini juga menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Sampah seperti plastik, botol minum, dan sisa makanan sering ditemukan di sepanjang jalur pendakian maupun area puncak. Hal ini mendorong Mapala AGNY untuk mengadakan aksi bersih-bersih sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian alam.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2025 dan diikuti oleh 20 peserta, termasuk anggota aktif Mapala AGNY dan juga mahasiswa dari luar kampus yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari, ketika para peserta menelusuri jalur pendakian dari puncak hingga basecamp sambil memungut sampah yang berserakan. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan ke dalam kantong sampah yang disediakan, kemudian dibawa turun untuk dibuang secara bertanggung jawab di tempat pembuangan akhir.

Selain kegiatan bersih-bersih, para peserta juga melakukan sosialisasi singkat kepada para pendaki lain yang mereka temui di jalur. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di alam. Peserta mengajak para pendaki untuk membawa turun kembali sampah mereka, serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Lia, salah satu mahasiswa STIA “AAN” Yogyakarta yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan antusiasme dan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari aksi ini. “Saya sangat senang bisa berpartisipasi. Kegiatan ini menambah pengalaman saya dan menyadarkan saya bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Mapala AGNY tidak hanya menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi bahwa mencintai alam berarti ikut melestarikannya untuk generasi mendatang.

 

Reporter : Elisabeth Kansia Nona Isna


Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...