Dulu, kita sering duduk di bangku itu,
di bawah pohon besar dekat kantin.
Ngobrolin hal-hal tidak penting,
seperti mimpi, tugas, atau sekadar cuaca.
Kamu suka es kopi, aku lebih suka teh.
Kita sering debat soal mana yang lebih enak,
padahal ujung-ujungnya tetap pesan sendiri-sendiri.
Nggak pernah ada yang menang.
Sekarang bangku itu kosong.
Mungkin masih ada yang duduk di sana,
tapi bukan kita.
Kamu sibuk di tempat lain, aku juga.
Lucu ya, dulu rasanya kita bakal selalu ada.
Ternyata, yang tetap cuma kenangan.
Oleh: Septiani Triastuti