Kamis, 06 Maret 2025

Tentang Kita yang Pernah Ada

Dulu, kita sering duduk di bangku itu,  

di bawah pohon besar dekat kantin.  

Ngobrolin hal-hal tidak penting,  

seperti mimpi, tugas, atau sekadar cuaca.  


Kamu suka es kopi, aku lebih suka teh.  

Kita sering debat soal mana yang lebih enak,  

padahal ujung-ujungnya tetap pesan sendiri-sendiri.  

Nggak pernah ada yang menang.  


Sekarang bangku itu kosong.  

Mungkin masih ada yang duduk di sana,  

tapi bukan kita.  

Kamu sibuk di tempat lain, aku juga.  


Lucu ya, dulu rasanya kita bakal selalu ada.  

Ternyata, yang tetap cuma kenangan.


Oleh: Septiani Triastuti


Ekspektasi dan Realita

Menanggung ekspektasi,

Dari orang-orang tak bersimpati,

Menghakimi dari segala celah,

Membuat kepala rasanya ingin pecah,


Menyalahkan keadaan,

Sampai lupa bahwa Tuhan punya jalan,

Merelakan angan-angan,

Diungkapkan pada keadaan,


Sampai akhirnya para penghuni,

Para penduduk muka bumi memahami,

Mencoba mengerti bahwa semua eksistensi,

Hanyalah angan-angan dan ilusi.


Oleh: Septiani Triastuti



Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...