(Sumber foto: Google)
Yogyakarta, 21 Januari 2026 — Banjir kembali merendam sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang akibat luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. Kondisi ini dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Banjir terbaru terjadi sejak Sabtu malam (17/1) yang menyebabkan ribuan warga terdampak serta terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wilayah Kecamatan Telukjambe Barat menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir. Air sungai meluap dengan cepat menggenangi permukiman warga, lahan pertanian, dan akses jalan lingkungan. Di beberapa titik, tinggi muka air mencapai lutut hingga dada orang dewasa, sehingga kegiatan aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah warga mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman sejak malam hari dan terus meningkat hingga dini hari.
Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Alhasil, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, serta dokumen penting rusak terendam air banjir. Selain merusak rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sektor pertanian. Area persawahan dan tambak milik warga tergenang air cukup lama, sehingga warga mengkhawatirkan besarnya kerugian ekonomi, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Aparat setempat bersama relawan telah melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman serta membuka pos pengungsian sementara.
Banjir di Karawang dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum meningkat drastis. Selain faktor alam, kondisi tanggul sungai serta saluran air yang belum optimal mengakibatkan luapan air meluas ke permukiman dan persawahan. Hingga saat ini, warga dan aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi serta penanganan jangka panjang guna meminimalkan risiko banjir yang kerap melanda wilayah Karawang.
Reporter: Andika Putri Sagita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar