Kamis, 29 Januari 2026

Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah
Karya: Dhini Setyawati 

Manusia tak hidup seorang diri,
Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama.
Saling menyapa, saling memahami,
Menjalin makna dalam hati yang murni.

Menghormati sesama adalah utama,
Hindari sikap ingin menang sendiri.
Bersama teman jalinlah kerukunan,
Hidup terasa damai, penuh kesenangan.

Bergandeng tangan dalam kebersamaan,
Beban terasa ringan, hilang kesedihan.
Saling menolong tanpa pamrih di jalan,
Menuju tujuan dengan hati sejalan.

Kejujuran menjadi landasan yang teguh,
Menumbuhkan rasa percaya tanpa ragu.
Hindari dusta, jauhi segala perselisihan,
Hidup pun tenteram, penuh kebahagiaan.

Tutur kata santun mencerminkan budi,
Membawa tenteram ke sudut hati.
Nilai luhur itulah yang patut dijaga,
Agar hidup bermakna, damai terasa nyata.

Daun Baru di Ranting Patah

 Daun Baru di Ranting Patah

Karya: Umi Ida Jauhariyah


Dari ranting yang patah,

Sehelai daun memilih tumbuh.

Ia lahir dari luka yang sama,

Namun menolak ikut luruh bersama waktu,


Angin kerap datang membawa ragu,

Menggoyang yang rapuh tanpa suara.

Daun itu belajar bertahan,

Meski tahu jatuh selalu mungkin.


Patah tak selalu akhir cerita,

Kadang ia sunyi sebelum mekar.

Sebab dari ranting yang terluka,

Hidup diam-diam menemukan caranya tumbuh.

Banjir Kembali Rendam Karawang, Ribuan Warga Telukjambe Barat Terdampak

 


(Sumber foto: Google)

Yogyakarta, 21 Januari 2026 — Banjir kembali merendam sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang akibat luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. Kondisi ini dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Banjir terbaru terjadi sejak Sabtu malam (17/1) yang menyebabkan ribuan warga terdampak serta terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wilayah Kecamatan Telukjambe Barat menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir. Air sungai meluap dengan cepat menggenangi permukiman warga, lahan pertanian, dan akses jalan lingkungan. Di beberapa titik, tinggi muka air mencapai lutut hingga dada orang dewasa, sehingga kegiatan aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah warga mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman sejak malam hari dan terus meningkat hingga dini hari.


Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Alhasil, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, serta dokumen penting rusak terendam air banjir. Selain merusak rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sektor pertanian. Area persawahan dan tambak milik warga tergenang air cukup lama, sehingga warga mengkhawatirkan besarnya kerugian ekonomi, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.


Aparat setempat bersama relawan telah melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman serta membuka pos pengungsian sementara.


Banjir di Karawang dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum meningkat drastis. Selain faktor alam, kondisi tanggul sungai serta saluran air yang belum optimal mengakibatkan luapan air meluas ke permukiman dan persawahan. Hingga saat ini, warga dan aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi serta penanganan jangka panjang guna meminimalkan risiko banjir yang kerap melanda wilayah Karawang.

Reporter: Andika Putri Sagita

Rabu, 28 Januari 2026

Perayaan Natal Bersama STIA “AAN” dan STIKES Notokusumo

 Perayaan Natal Bersama STIA “AAN” dan STIKES Notokusumo

Yogyakarta, 24 Januari 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) “AAN” Yogyakarta menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal bersama dengan STIKES Notokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Auditorium STIKES Notokusumo dengan mengusung tema “Berbagi Kasih Menghadirkan Sukacita”.

Perayaan Natal bersama ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen dari STIA “AAN” Yogyakarta serta STIKES Notokusumo. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan serta perwakilan organisasi mahasiswa STIA “AAN” Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta kasih, persaudaraan, serta kerekatan baik dari STIA “AAN” maupun STIKES Notokusumo. 

Acara perayaan Natal dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan rangkaian kegiatan pembukaan yang diawali dengan sambutan dari pimpinan masing-masing kampus, Ketua Yayasan Notokusumo, serta ketua panitia penyelenggara. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta Boydo Rajiv Hutagalung, S.Si.Teol., M.A. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan, diiringi oleh puji-pujian yang menambah suasana sukacita dalam perayaan tersebut. Selain memimpin ibadah, Pendeta Boydo Rajiv Hutagalung, S.Si.Teol., M.A., juga menyampaikan khotbah mengenai pentingnya keberagaman. 

Setelah ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan tukar kado yang berisi makanan maupun barang sebagai simbol kebersamaan dan kasih antarpeserta. Kegiatan ini disambut dengan antusias dan penuh keakraban oleh seluruh peserta yang hadir sehingga suasana menjadi penuh kebahagiaan. 

Ayu selaku panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini bukan hanya untuk merayakan Natal seperti biasa, tetapi juga sebagai momen refleksi bagi seluruh peserta. “Perayaan Natal ini diharapkan menjadi pengingat untuk hidup lebih penuh kasih, damai, serta peduli terhadap sesama, terutama di lingkungan kampus,” ujarnya. Selain itu, Irma, salah satu peserta dari kampus STIA “AAN” Yogyakarta yang mengikuti kegiatan Natal ini, mengatakan bahwa ia merasa sangat senang karena mendapat teman baru, menambah pandangan baru, dan merasakan adanya kasih dan damai sukacita yang hadir. Harapannya semoga ke depannya orang-orang semakin nyata dalam merasakan kehadiran kasih sukacita dan merayakan Natal di mana pun. Semoga dalam setiap rangkaian penyambutan Natal diiringi bulir-bulir kebaikan dan kasih yang tulus.  


Reporter: Artika Rahma Danti


Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...