Jumat, 12 Desember 2025

Sumatera Dilanda Banjir dan Longsor: Evakuasi Terhambat, Korban Terus Bertambah

 


(Sumber foto: Google)

Yogyakarta, 7 Desember 2025 - Bencana banjir dan longsor melanda sebagian besar wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat). Laporan terbaru menunjukkan bahwa musibah ini menimbulkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat di ketiga provinsi tersebut. Situasi ini membuat berbagai pihak meningkatkan kewaspadaan karena kondisi di lapangan masih berubah-ubah dan memerlukan penanganan cepat.

Jumlah korban jiwa terus bertambah dan kini telah mencapai 940 orang. Selain itu, ratusan warga masih belum diketahui keberadaannya, dengan jumlah orang hilang tercatat sebanyak 276 jiwa. Ribuan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam proses penanganan medis. Tingginya jumlah korban ini menunjukkan besarnya bencana yang terjadi selama beberapa hari terakhir, serta sulitnya proses evakuasi yang dilakukan di daerah-daerah terpencil.

Kerusakan terhadap permukiman warga juga tidak kalah parah. Sekitar 147 ribu rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga hancur total. Kondisi ini menyebabkan banyak keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Banyak pengungsi masih membutuhkan bantuan seperti makanan, air bersih, selimut, serta layanan kesehatan yang memadai.

Secara geografis, bencana ini berdampak pada 52 kabupaten/kota. Kabupaten Agam di Sumatera Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, sementara Aceh Utara mencatat jumlah pengungsi terbesar, mencapai lebih dari 300 ribu orang. Besarnya angka pengungsian ini dipengaruhi oleh kerusakan pemukiman dan meluasnya area terdampak banjir.

Proses evakuasi hingga saat ini masih berlangsung. Petugas terus mencoba membuka akses ke daerah-daerah yang terisolasi akibat jalanan tertutup material longsor. Kondisi infrastruktur juga masih belum pulih sepenuhnya. Listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah masih belum stabil sehingga menghambat proses penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Upaya pembersihan material bencana, pendataan ulang, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi menjadi fokus utama pemerintah dan relawan. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa proses pemulihan masih membutuhkan waktu panjang, mengingat luasnya wilayah terdampak dan banyaknya warga yang harus dibantu. Para petugas juga terus mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan yang bisa terjadi akibat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Reporter: Eviani candran D.P


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...