Minggu, 23 Maret 2025

Seminar Mapala "AGNY" Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

 

Yogyakarta – Mapala "AGNY" mengadakan seminar bertajuk “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat” pada 16 Maret 2025 di Omsimas, Karangwaru. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali anggota Mapala "AGNY" dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan sampah secara efektif dan efisien.

Seminar ini menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta diikuti oleh masyarakat Karangwaru dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIA "AAN" Yogyakarta. Pihak STIA "AAN" Yogyakarta turut mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran peserta dari berbagai lapisan masyarakat menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut panitia, seminar ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang metode pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara tepat. “Kami berharap seminar ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yuliwidiastuti, anggota Mapala "AGNY". Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan ini dipersiapkan selama dua minggu sebelum pelaksanaan. Omsimas dipilih sebagai lokasi seminar karena dianggap strategis untuk edukasi lingkungan bagi warga setempat. “Masalah sampah seakan tidak ada habisnya. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya menyadari pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga bersedia mengambil tindakan nyata,” tambahnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Mapala "AGNY" juga berencana berkolaborasi dengan masyarakat dalam aksi bersih sungai. Kegiatan ini menjadi simbol penting bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sekedar teori, tetapi harus diwujudkan dalam aksi langsung. Selain itu, Mapala "AGNY" juga mengajak masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan metode pengelolaan sampah dengan efektif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat juga didorong untuk membangun bank sampah serta mendukung program daur ulang sebagai langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

Seminar ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mahasiswa, dan pemerintah setempat dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan mendatang. Dengan semangat gotong royong, diharapkan pesan dari seminar ini dapat terus bergema dan mendorong masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan. 

Reporter : Aulia Putri & Susilowati


Selasa, 18 Maret 2025

LPM Super JIMO Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Bersama Sebagai Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

 


Yogyakarta, 15 Maret 2025 – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO kembali mengadakan aksi sosial berupa pembagian takjil dan buka bersama, menjadi bagian dari program rutin selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 Maret 2025 di lingkungan Kampus STIA "AAN" Yogyakarta dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Khususnya warga di sekitar Kampus STIA "AAN" Yogyakarta.

Tujuan kegiatan ini adalah mempererat kebersamaan serta meningkatkan rasa kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Sejak pagi hari, anggota LPM Super JIMO sudah mempersiapkan takjil gratis untuk dibagikan kepada para pengguna jalan, pekerja harian, serta warga yang melintas di sekitar lokasi. Pembagian takjil ini diharapkan dapat membantu mereka yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu.

Selain berbagi takjil, kegiatan ini ditutup dengan buka bersama yang dihadiri oleh seluruh anggota LPM Super JIMO. Hidangan buka puasa dimasak dan disiapkan bersama oleh anggota LPM Super JIMO.

Kehangatan dan kebersamaan sangat terasa selama acara berlangsung. Salah satu anggota yang hadir, Septiani Triastuti, menyatakan kegembiraannya terhadap kegiatan yang diadakan oleh LPM Super JIMO. “Acara seperti ini sangat bermanfaat. Selain dapat berbuka bersama, kami juga bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman lainnya. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” ungkapnya.

Di penghujung acara, Pimpinan Umum LPM Super JIMO mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi dalam bentuk waktu dan tenaga mereka. LPM Super JIMO berharap kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama dan menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan.

Dengan diselenggarakannya aksi berbagi takjil dan buka bersama ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan. Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama.

Reporter : Aulia Putri & Susilowati


Sabtu, 08 Maret 2025

Kampung Ramadan Jogokariyan 2025: Tradisi, Kuliner, dan Kebersamaan


Yogyakarta, 06 Maret 2025 - Kampung Ramadan Jogokariyan kembali hadir tahun ini, menyambut bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan khas yang berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya. Acara tahunan yang bertempat di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, ini semakin memperkuat posisinya sebagai ikon Ramadan dan destinasi favorit, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah.

Salah satu daya tarik utama Kampung Ramadan Jogokariyan ialah pasar sore yang menawarkan berbagai kuliner khas untuk berbuka puasa. Di tempat ini, ratusan pedagang menawarkan beraneka ragam makanan dan minuman, mulai dari beraneka takjil, seperti es buah, kolak, dan kue tradisional, hingga hidangan berat. Pasar ini tidak hanya menjadi surga bagi pencinta kuliner, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku UMKM, yang diberi peluang untuk meningkatkan pendapatan selama bulan Ramadan.

Selain itu, Masjid Jogokariyan juga secara rutin menyediakan ribuan porsi makanan gratis setiap harinya bagi jamaah dan pengunjung yang ingin berbuka puasa bersama. Program ini telah menjadi salah satu ciri khas Kampung Ramadan Jogokariyan, tidak hanya memperkuat persaudaraan sesama muslim, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Suasana kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadikan berbuka puasa bukan sekedar mengisi perut, tetapi juga mempererat tali persaudaraan.

Tidak hanya itu, Kampung Ramadan Jogokariyan juga mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam, tadarus Al-Qur’an, serta salat tarawih berjamaah yang dipimpin oleh ustadz terkenal. Kegiatan ini semakin melengkapi keberkahan bulan suci bagi masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan agama dan memperkuat iman mereka selama Ramadan.

Setiap tahunnya, Kampung Ramadan Jogokariyan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara turut hadir. Pemerintah Kota Yogyakarta pun memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini karena dipandang mampu melestarikan tradisi keagamaan, memperkuat perekonomian lokal, serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Dengan berbagai kegiatan dan fasilitas yang ditawarkan, Kampung Ramadan Jogokariyan 2025 diharapkan akan terus menjadi pusat perayaan Ramadan yang penuh berkah. Event ini bukan hanya sekadar destinasi wisata religi, tetapi juga pengalaman spiritual yang memperkaya makna bulan suci bagi semua kalangan yang datang untuk beribadah, berbagi, dan merasakan kehangatan kebersamaan.

 

Reporter:

Aulia Putri Ramadhani

Susilowati


Kamis, 06 Maret 2025

Bintang Tanpa Lelah

Di ujung malam, kau terjaga,  

saat dunia terlelap lena.  

Dengan langkah pasti kau melangkah,  

berdiri tegap tanpa keluh kesah.  

Kau bukan sekadar perempuan,  

kau adalah kekuatan dalam senyap.  

Bahu yang tak pernah lelah menanggung beban,  

tangan yang tak pernah enggan menolong.  

Di antara keringat dan luka,  

kau tetap bersinar bak bintang tanpa lelah menerangi.  Tanpa meminta, tanpa mengharap,  

doamu selalu menjaga semesta kecil yang bertumbuh dalam cahayamu.


Karya: Susilowati

Tentang Kita yang Pernah Ada

Dulu, kita sering duduk di bangku itu,  

di bawah pohon besar dekat kantin.  

Ngobrolin hal-hal tidak penting,  

seperti mimpi, tugas, atau sekadar cuaca.  


Kamu suka es kopi, aku lebih suka teh.  

Kita sering debat soal mana yang lebih enak,  

padahal ujung-ujungnya tetap pesan sendiri-sendiri.  

Nggak pernah ada yang menang.  


Sekarang bangku itu kosong.  

Mungkin masih ada yang duduk di sana,  

tapi bukan kita.  

Kamu sibuk di tempat lain, aku juga.  


Lucu ya, dulu rasanya kita bakal selalu ada.  

Ternyata, yang tetap cuma kenangan.


Oleh: Septiani Triastuti


Ekspektasi dan Realita

Menanggung ekspektasi,

Dari orang-orang tak bersimpati,

Menghakimi dari segala celah,

Membuat kepala rasanya ingin pecah,


Menyalahkan keadaan,

Sampai lupa bahwa Tuhan punya jalan,

Merelakan angan-angan,

Diungkapkan pada keadaan,


Sampai akhirnya para penghuni,

Para penduduk muka bumi memahami,

Mencoba mengerti bahwa semua eksistensi,

Hanyalah angan-angan dan ilusi.


Oleh: Septiani Triastuti



Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...