Kamis, 23 Januari 2025

Cermin Kehidupan

 

Oleh: Arinta Eka Putri

 

Di sudut kota yang tak pernah lelap

Berdiri kokoh gedung-gedung tinggi menantang langit

Sementara, di bayang-bayangnya

Berjejer rapat kardus-kardus menua

Rumah bagi mereka yang terlupa

 

Setiap pagi kaki-kaki bergegas

Mengejar waktu dalam balutan jas dan dasi

Tak sempat menoleh pada nenek tua

Yang mengais rezeki di antara sampah kota

Tangannya yang keriput masih teguh bekerja

 

Anak-anak berlarian di trotoar

Bukan mengejar layangan atau bermain kelereng

Tapi mengejar recehan dari lampu merah ke lampu merah

Sementara teman sebaya mereka

Duduk nyaman di bangku sekolah

 

Di warung kopi pinggir jalan

Para bapak berdebat tentang politik dan ekonomi

Mengutuk kemiskinan dan ketidakadilan

Namun, lupa menatap cermin

Yang memantulkan sikap kita sendiri

 

Kemanusiaan bukan sekadar kata

Yang indah diucap dalam pidato

Ia adalah tindakan nyata

Mengulurkan tangan pada sesama

Menghapus batas antara ‘mereka’ dan ‘kita’

 

Di manakah letak keadilan

Ketika sebagian orang membuang makanan

Sementara yang lain mengais sisa

Di manakah rasa kemanusiaan

Ketika kita sibuk menimbun harta

Tapi lupa berbagi dengan sesama

 

Bangunlah dari tidur panjang

Lepaskan topeng kepalsuan

Mari kita bangun negeri ini

Dengan kasih dan kepedulian

Dalam detak jantung kemanusiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...