Sabtu, 05 Juli 2025

IKAPELAMAKU DIY Rayakan Milad ke-55 dan Hari Pattimura dengan Semangat ”Kalesang Hidop Orang Sudara”

 


Yogyakarta - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Maluku (IKAPELAMAKU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan milad organisasi yang ke-55 tahun sekaligus memperingati Hari Pattimura dalam acara bertajuk Kalesang Hidop Orang Sudara” pada  Sabtu, 21 juni 2025. Acara ini menjadi ajang silaturahmi, refleksi sejarah, dan penguatan identitas budaya Maluku di tanah rantau.

Meskipun Hari Pattimura resmi diperingati setiap 15 Mei, IKAPELAMAKU DIY sengaja menggabungkannya dengan milad organisasi untuk memperkuat makna perjuangan dan kebersamaan. Tema ”Kalesang Hidop Orang Sudara” (Hidup Rukun Bersama Saudara) dipilih sebagai pengingat pentingnya persatuan dalam keberagaman, terutama bagi mahasiswa Maluku yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Acara dibuka dengan sambutan dari M. Hatta Tausikal selaku Ketua IKAPELAMAKU DIY, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan melanjutkan semangat kepahlawanan Pattimura dalam bentuk kontribusi nyata di dunia pendidikan. ”Kami ingin mahasiswa Maluku tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga aktif membangun jaringan dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Rangkaian acara diisi dengan talkshow bertema ”Pattimura dan Relevansi Perjuangannya bagi Pemuda Maluku Masa Kini”, menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat Maluku. Selain itu, pertunjukan budaya turut memeriahkan acara, seperti Tarian Cakalele, lagu-lagu daerah Maluku, serta pembacaan puisi bertema perjuangan. Peserta terlihat antusias, terutama saat menyaksikan penampilan kolaborasi musik tradisional dan modern yang menyatukan generasi muda dengan akar budayanya.

Kehadiran perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO STIA "AAN" Yogyakarta menambah semarak acara. Salah satu anggota LPM yang hadir menyatakan, ”Acara seperti ini penting untuk mendokumentasikan dinamika mahasiswa daerah sekaligus mempromosikan budaya Maluku kepada masyarakat luas”, ujarnya.

Perayaan milad ke-55 IKAPELAMAKU DIY dan Hari Pattimura tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi generasi muda Maluku. Melalui kolaborasi, edukasi, dan pelestarian budaya, mereka membuktikan bahwa semangat Pattimura tetap hidup dalam setiap langkah perjuangan masa kini.

Reporter : Miranti

Kegiatan PKM STIA “AAN” Yogyakarta 2025: Wujud Nyata Mahasiswa dalam Memberdayakan Masyarakat Dusun Bibis

 

Yogyakarta — STIA "AAN" Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 21–23 Juni 2025. Kegiatan yang bertempat di Padukuhan Bibis, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo ini sukses dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIA "AAN" Yogyakarta sebagai pelaksana kegiatan.

Ketua Panitia PKM 2025, Fajar Nur Anasti, menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk implementasi dari semangat mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat dalam upaya pelatihan, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat desa. "PKM ini mirip dengan program KKN, tetapi hanya berlangsung selama tiga hari. Tujuan utamanya ialah memberdayakan masyarakat Padukuhan Bibis agar mampu memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi sebuah produk yang bernilai jual," ujar Fajar.

Fajar juga menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Audiens dalam kegiatan ini terdiri atas warga Padukuhan Bibis serta staf dan pamong Kalurahan Hargowilis. Ia menambahkan, bahwa meskipun terdapat kendala kecil dalam pelaksanaan, hal tersebut tidak mengganggu jalannya kegiatan secara keseluruhan. "Kegiatannya berjalan sangat lancar dan sesuai harapan. Masyarakat sangat antusias dan menerima kami dengan hangat," imbuhnya.

Di balik kesuksesan pelaksanaan kegiatan PKM 2025, Fajar juga membagikan kesan pribadinya. "Saya sangat senang dan bangga bisa melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Momen ini menjadi pengalaman berharga karena kami dapat bercengkerama, bertukar cerita, dan mengenal masyarakat lebih dekat. Semoga kegiatan ini menjadi wadah yang bermanfaat, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi panitia. Harapannya, ke depan PKM bisa lebih baik dan lebih inovatif dari tahun ke tahun," tutup Fajar.

Presiden BEM STIA "AAN" Yogyakarta, Muhammad Ibnu Qushoy, turut memberikan tanggapannya terkait kegiatan PKM 2025 ini. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat semangat dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. "Sebagai Presiden BEM, saya merasa sangat bangga dan terinspirasi melihat antusiasme teman-teman mahasiswa. Ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya di Kulon Progo."

Ibnu menambahkan bahwa pelaksanaan PKM tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari berbagai aspek. "Dari segi perencanaan, pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap masyarakat, semua meningkat. Mahasiswa benar-benar berperan sebagai agen perubahan melalui pendampingan dan pemberian solusi nyata terhadap permasalahan lokal," ujarnya.

Sebagai penutup, Ibnu mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga semangat pengabdian. "Jangan jadikan PKM hanya sebagai agenda tahunan, tapi jadikan sebagai bagian dari karakter kita sebagai insan akademik yang kritis dan solutif. Melalui PKM, kita belajar memberi sekaligus memahami realitas sosial. Ke depan, saya berharap PKM bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat, serta terus meningkatkan kualitas programnya, termasuk aspek keberlanjutan pasca pengabdian," pungkasnya.

 

Kegiatan PKM STIA "AAN" 2025 ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kontribusi nyata mahasiswa tetap hidup, menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat.

 

Reporter: Mutia Zahra Kinehru

 

 


Kebersamaan yang Indah

Kebersamaan yang Indah Karya: Dhini Setyawati  Manusia tak hidup seorang diri, Tumbuh bersama dalam lingkaran sesama. Saling menyapa, saling...